Kemenag Padang Buka Layanan Nikah Online

Guna mengurangi tatap muka, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang membuka pendaftaran nikah lewat website resmi Kemenag RI. Calon pengantin dapat mendaftar nikah di website simkah.kemenag.go.id.

Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Marjanis mengatakan, di tengah merebak virus korona atau Covid-19, calon pengantin yang ingin mendaftar nikah dapat melakukan secara daring (online) melalui website resmi Kemenag RI.

“Kita pastikan layanan pencatatan nikah berjalan meskipun di tengah pandemi korona seperti saat ini,” kata Marjanis kepada Padang Eskpres, Jumat, (3/4).

Ia menambahkan, hal tersebut sesuai arahan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin terkait adanya pemberlakuan work from home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak terkecuali pegawai KUA.

Dia mengingatkan para calon pengantin untuk mengatur ulang jadwal acara seremonial pernikahannya dengan mengikuti maklumat Kapolri.

“Kami mengimbau kepada keluarga calon pengantin untuk sebisa mungkin tak menggelar acara resepsi selama masa tanggap darurat untuk mencegah penyebaran virus korona. Acara resepsi atau seremonial bisa dijadwal ulang setelah pandemi virus korona atau Covid-19,” ujarnya.

Jika memungkinkan, waktu seremonial acara pernikahan dijadwal ulang sehingga prosesnya bisa berjalan dalam suasana dan kondisi yang lebih baik.

Adapun syarat untuk melakukan pendaftaran nikah melalui aplikasi online dan WhatsApp seperti identitas KTP dan penyataan di atas materai 6 ribu bahwa dokumen yang dikirim betul-betul benar.

“Persyaratan untuk mendaftar nikah itu bisa discan, setelah itu dikirim bersamaan pernyataan materai 6 ribu. Kalau tidak benar akan dituntut secara peraturan perundang-undang yang berlaku,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, tata cara nikah lewat online sangatlah mudah. Cukup akses website simkah.kemenag.go.id, klik daftar nikah, pilih nikah dimana (provinsi/kabupaten/kota dan berikut jam serta tanggal), masukan data calon suami dan calon istri, checklist dokumen, masukkan nomor HP, unggah foto lalu cetak bukti pendaftaran.

“Sampai saat ini, belum ada warga Kota Padang yang mendaftar melalui aplikasi online ini. Mungkin masih banyak yang belum mengetahuinya,” tuturnya. (*)