Pasar Pabukoan Diserbu Pembeli, Pembayaran Gunakan QRIS

16
DIBUKA KEMBALI: Wali Kota Padang Hendri Septa didampingi Kepala Disdag Andree Algamar meninjau pasar pabukoan di Kompleks Pertokoan IPPI, Minggu (3/4). Setelah vakum selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19, Pemko Padang kembali membuka pasar pabukoan.(SHYNTIA/PADEK)

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perdagangan Kota Padang meresmikan pasar pabukoan di Kompleks Pertokoan IPPI, Minggu (3/4).

Pantauan Padang Ekspres, pasar pabukoan yang berlokasi di depan pertokoan IPPI telah ramai dikunjungi oleh pembeli sejak pukul 15.00. Di pasar pabukoan tersebut dijual berbagai menu buka puasa. Mulai dari aneka jenis mi, makanan tradisional dan minuman-minuman segar.

Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, pasar pabukoan ini dibuka karena melandainya pandemi di Kota Padang dan akan menjadi endemi. Sehingga diperlukan langkah untuk mendongkrak perekonomian, salah satunya dengan pembukaan pasar pabukoan tersebut.

“Pandemi akan menjadi endemi di Kota Padang. Sehingga kita perlu sama-sama dengan elemen masyarakat untuk menggeliatkan kembali perekonomian masyarakat. Salah satu langkah yang kita lakukan adalah dengan membuka pasar pabukoan untuk membantu masyarakat yang bergerak di bidang kuliner untuk pemulihan ekonomi,” kata Hendri Septa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Algamaar menjelaskan, Pemko Padang sudah 2 tahun tidak membuka pasar pabukoan karena pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali membuka pasar pabukoan. Kita berharap bisa membangkitkan kembali perekonomian masyarakat,” ujar Andree.

Di pasar pabukoan ini diisi oleh 40 pedagang yang menyediakan takjil-takjil tradisional maupun makanan modern dimana makanannya sudah teruji oleh BBPOM di Padang.

“Yang paling spesial itu adalah pembayaran bisa dilakukan dengan QRIS dan tunai. Bank Nagari sudah menyiapkan reward untuk para pedagang yang paling banyak menggunakan transaksi QRIS dengan total hadiah Rp 5 juta. Dimana juara 1 mendapatkan Rp 2,5 juta, juara 2 Rp 1,5 juta dan juara 3 Rp 1 juta rupiah,” jelasnya.

Sementara itu, pasar pabukoan tersebut disambut antusias oleh pedagang yang berjualan di pasar pabukoan tersebut. Salah seorang pedagang onde-onde dan kue tradisional lainnya, Risna Yeni mengaku senang karena Pemko Padang telah menyediakan tempat untuk pasar pabukoan, sehingga ia dapat berjualan di sana.

“Kalau ditanya senang, ya pasti senang, karena kami telah disediakan tempat untuk berjualan takjil. Berharap agar banyak pembeli sehingga barang dagangan yang kami bawa bisa habis dan laris manis,” ungkapnya.

Baca Juga:  PLN Sumbar Berikan Perhatian Khusus untuk Keandalan Embarkasi Haji

Selanjutnya, Yanti salah seorang penjual es teler juga mengaku antusias karena pasar pabukoan yang sudah tidak dibuka selama 2 tahun, saat ini dibuka kembali.

“Menu yang saya jual di sini beraneka ragam. Namun, sebungkusnya dijual Rp 10 ribu saja. Menu tersebut seperti, cindua bareh, cindua sagu, nata decoco, cendol, es rumput laut,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, 2 tahun sebelumnya ia berjualan di dekat Imam Bonjol. Pembelinya lumayan banyak. Namun, di pasar pabukoan depan IPPI tersebut merupakan tempat pabukoan yang bersih dan rapi, sehingga menurutnya, ia bisa meraup untung di pasar pabukoan tersebut.

Ia berharap agar pasar pabukoan tersebut dapat ramai pengunjung dan pembeli, sehingga barang dagangannya dapat habis. Selain itu, ia juga berharap agar perekonomiannya dapat terbantu.

Sementara itu, kondisi serupa juga terlihat di pasar pabukoan depan Kantor KAN Kecamatan Pauh. Para pembeli tampak ramai membeli takjil di lokasi tersebut.

Ernawati, penjual takjil di pasar pabukoan Pauh mengatakan setengah dagangannya habis diserbu pembeli. Ia berjualan es campur, takjil dan makanan-makanan ringan yang biasa dikonsumsi setelah masuknya waktu berbuka puasa.

“Alhamdulillah dua ember minuman sudah habis terjual, aneka makanan untuk berbuka puasa pun hampir habis,” ucapnya.

Ia mengaku bersyukur penjualannya di hari pertama puasa tahun ini lebih pesat dari tahun sebelumnya. “Tahun lalu kondisinya sangat sepi dan jual beli lesu, sehingga penjualan tidak maksimal. Namun tahun ini di luar ekspetasi kami penjualan di awal Ramadhan meningkat,” ucapnya.

Senada, Maria, penjual es buah di lokasi yang sama mengatakan salah satu faktor yang membuat pasar pabukoan ramai kembali adalah mahasiswa yang telah kembali ke kampus.

“Meredanya Covid-19 juga memberikan angin segar ke kami semua. Mahasiswa yang telah kembali memulai aktivitasnya di kampus, tentunya kembali menghidupkan suasana pasa pabukoan menjadi ramai seperti tahun-tahun sebelum pandemic,” ucapnya.

Ia berharap pembeli terus ramai hingga akhir Ramadhan usai. “Mudah-mudahan momentum ini terus terjaga sehingga kami juga dapat membantu perekonomian keluarga dengan berjualan selama bulan Ramadhan. Semoga esok hari penjualan makin meningkat,” tutupnya. (cr5/cr1)