1.000 Pedagang Pasar Raya bakal Dites Swab

Sejumlah pembeli tampak berjalan mencari kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang. Dinas Perdagangan Kota Padang mendata ada 1000 lebih orang yang berkontak dengan pasien positif Covid-19 dari klaster Pasar Raya Padang. (Sy Ridwan-Padang Ekspres)

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang telah mendata 1.000 orang yang kontak dengan pasien positif virus korona (Covid-19) yang berasal dari klaster penularan Pasar Raya Padang. Ke-1000 nama yang telah didata by name by address tersebut selanjutnya akan dikirim ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang untuk dilakukan pemeriksaan swab mulut
dan tenggorokan guna memastikan apakah positif Covid-19 atau negatif.

Kepala Disdag Kota Padang, Endrizal kepada Padang Ekspres, Minggu (3/5) mengatakan, pihaknya mendapatkan 1.000 orang yang pernah berkontak dengan pasien positif Covid-19 yang berasal dari kluster Pasar Raya Padang melalui tracking atau penelusuran yang dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Ke-1000 orang tersebut merupakan hasil kontak dengan 36 pasien positif Covid-19 yang berasal dari klaster Pasar Raya Padang dan mayoritas merupakan pedagang di Pasar Raya Padang. “1.000 orang ini mayoritas pedagang yang berjualan di kawasan Pasar Raya Padang khususnya di Fase I-VI atau lokasi pertama kali ditemukan virus Covid-19 di sana,” jelasnya.

Endrizal menyebutkan, 1.000 orang tersebut sudah diketahui alamat dan nomor kontak mereka masing-masing. Dalam waktu dekat nama-nama itu akan dikirim ke Dinkes Kota Padang untuk dilakukan pengambilan swab. Lebih lanjut Endrizal menyampaikan, setelah hasilnya diketahui, bagi para pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 maka akan dirawat di rumah sakit rujukan atau melakukan isolasi mandiri di rumah dan tempat khusus yang telah disediakan Pemko Padang.

Namun, bagi pedagang yang hasilnya negatif Covid-19, maka akan diperbolehkan kembali untuk berdagang dengan syarat membawa bukti surat dari Dinkes Padang dengan tetap memperhatikan physical distancing. “Jika nanti hasil pemeriksaan didominasi positif Covid-19, maka tidak menutup kemungkinan Pasar Raya Padang akan dilakukan penutupan sementara. Tapi itu masih wacana karena melihat kondisi ke depannya. Mudah-mudahan hal tersebut tidak terjadi,” tuturnya.

Sementara itu, pascapenutupan sementara Pasar Raya Padang beberapa waktu yang lalu saat ini cenderung sepi dari pengunjung. Endrizal mengungkapkan, saat ini yang masih tetap berjualan adalah para pedagang yang menjual bahan pangan atau kebutuhan sembako, sedangkan nonpangan, para pemilik toko memilih untuk menutupnya.

Kemudian sebagai langkah sterilisasi, Disdag Kota Padang rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Pasar Raya Padang agar meminimalisir perkembangan virus Covid-19 di pasar terbesar di Kota Padang tersebut. “Tidak hanya di Pasar Raya Padang, kami juga melakukan di pasarpasar satelit lainnya seperti Nanggalo, Lubukbuaya, Bandarbuat dan sejumlah pasar satelit lainnya di Kota Padang,” ujarnya.

Selain pendataan di Pasar Raya Padang, pihaknya juga mendata sekitar 100 pedagang yang berada di Pasar Bandarbuat. Pendataan tersebut dilakukan pascaditemukannya satu kasus pasien positif Covid-19 yang merupakan pedagang di pasar tersebut, sehingga langkah cepat diambil guna memutus rantai penularan Covid-19.

“Kita langsung lakukan tracking terhadap pedagang-pedagang yang berada di Pasar Bandarbuat. Jumlahnya lebih kurang sebanyak 100 orang. Saat ini tengah kita data by name by address,” jelasnya. Endrizal mengungkapkan, pedagang yang didata tersebut mayoritas berjualan di lantai satu dan mayoritas merupakan pedagang nonpangan.

Kemudian, setelah didata, para pedagang tersebut langsung diimbau untuk melapor ke pusat kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan mereka. Terpisah Kepala Dinkes Kota Padang, Ferimulyani membenarkan Disdag Kota Padang telah mendata 1.000 nama orang yang pernah berkontak dengan pasien positif Covid-19 di kluster Pasar Raya Padang.

Saat ini pihaknya belum menerima data tersebut karena masih dilakukan validasi. Namun jika nanti telah diterima, maka akan ditindaklanjuti secepat mungkin. “Semuanya nanti akan dilakukan pemeriksaan swab mulut dan tenggorokan untuk memastikan hasil dari orang-orang tersebut apakah positif atau negatif Covid-19,” jelasnya. (*)