IGD M Djamil Terapkan Standar Pelayanan Covid-19

Mulai hari ini (4/5), Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP M Djamil Padang sudah menerima semua pasien masuk dengan standar pelayanan Covid-19. Selain meningkatkan pelayanan IGD, juga dapat menekan angka kematian.

“Saya diundang oleh direksi RSUP M Djamil Padang untuk melihat kesiapan IGD yang mulai besok (Senin, red) sudah menerima semua pasien masuk dengan standar pelayanan Covid-19. Yang sebelum ini belum,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, kepada wartawan, saat meninjau kesiapan IGD RSUP M Djamil Padang, kemarin.

Konsekuensinya, sebut Irwan, terjadi perubahan di IGD RSUP M Djamil Padang sendiri. “Di-setting ruangan, diubah jalur aman antara jalur hijau dan jalur merah. Dan, berbagai perubahan lainnya,” ungkapnya.

Apa manfaatnya? Gubernur menyebutkan manfaatnya luar biasa. Kematian bukan murni karena virus Covid-19 tapi karena kondisi komorbid yaitu penyakit pendamping.

“Sebelum dilakukan skrining di IGD, bisa gawat. Angka kematian akan tinggi nanti. Dengan adanya IGD dengan standar pelayanan Covid-19 InsyaAllah akan tertangani secara terpadu, baik dan lengkap. Semuanya sudah tertangani. Mudah-mudahan bisa mengurangi angka kematian, memperbanyak kesembuhan dan pelayanan dapat berjalan dengan baik,” ucap Irwan.

Konsekuensinya memang, sebut Irwan, dengan standar pelayanan Covid-19 tentunya membutuhkan alat pelindung diri (APD) yang banyak dan masker N-95 banyak. “Semoga akan kita upayakan terpenuhi. Dari Pemp rov sendiri, pengadaan APD dengan level tiga medis prioritas. Sama dengan lima rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumbar,” ujar Irwan.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Yusirwan SpB SpBA (K) MARS mengatakan kehadiran IGD dengan standar pelayanan Covid-19 ini didasari kasus-kasus komorbid yang dikirim tidak dengan data lengkap. Akibatnya terjadi gonjang-ganjing antara IGD dengan skrining di ruangan isolasi.

“Berdampak pada keterlambatan penanganan awal untuk pasien-pasien yang sebetulnya komorbid menjadi asal,” ucap Yusirwan didampingi Direktur Umum SDM dan Pendidikan Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM.

Dasar selanjutnya, sebut Yusirwan, di IGD sendiri banyak yang orang tanpa gejala (OTG) atau orang dalam pengawasan. Sementara standar pengamanan petugas di IGD sendiri rendah. Sehingga, kemungkinan tertular.

“Kalau petugas kita kena, maka pelayanan akan lumpuh. Makanya, mulai besok (Senin, red), standar pelayanan mulai dari petugas sampai pasien dengan pelayanan Covid-19. Saya berharap petugas tidak tertular dan pasien pun tidak terkena,” harapnya.

Ia menyebutkan dalam persiapan ini pihaknya sudah melakukan renovasi ruangan, membatasi ruangan-ruangan dengan tanda zona merah dan zona hijau dan juga fasilitas lainnya. “Untuk kapasitas IGD sendiri untuk ICU anak-anak sebanyak 14 tempat tidur, ICU untuk dewasa sebanyak 12 kamar tidur. Di sana juga ada ruangan CT Scan, ruangan radiologi, laboratorium, dan dua kamar bedah emergency,” ucapnya.

Dengan berfungsinya IGD standar pelayanan Covid-19, sebut Yusirwan, kebutuhan APD di RSUP sendiri sebanyak 380 buah per hari. “Untuk itu, kami berupaya untuk mengadakannya. Baik dari pemerintah daerah atau pun kementerian kesehatan. Sejauh ini APD masih ada sebab kita menjaga stok untuk 15 hari ke depan. Upaya ini yang harus dilakukan agar pelayanan tidak terganggu,” harap Yusirwan. (ril)