Anak Buaya Masuk Kamar Mandi Warga

142
Petugas Damkar Kota Padang mengevakuasi anak buaya yang masuk ke rumah warga, kemarin. (Adetio Purtama-Padang Ekspres)

Warga Kompleks Pemda Limaumanis Blok F No. 8, Kelurahan Kotoluar, Kecamatan Pauh dikejutkan dengan keberadaan seekor anak buaya di salah satu rumah warga, Rabu (4/6/2020) sekitar pukul 07.00.

Anak buaya tersebut kemudian dievakuasi petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang dibantu warga dan kemudian dibawa ke Markas Komando (Mako) Damkar Kota Padang.

Pantauan Padang Ekspres di Mako Damkar Kota Padang, terlihat anak buaya jenis buaya muara tersebut diplester mulutnya agar tidak membahayakan orang lain.

Diperkirakan ukuran anak buaya muara tersebut sekitar 80 centimeter dan berusia sekitar dua sampai tiga bulan. Anak buaya kemudian diserahkan oleh Damkar Kota Padang kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

Warga yang pertama kali menemukan anak buaya itu, Hendri, 55, mengatakan, saat ke kamar mandi, tiba-tiba saja ia melihat seekor anak buaya berada di dalam kamar mandi rumahnya.

Ia mengaku tidak mengetahui dari mana asal buaya tersebut. “Saya juga bingung dari mana buaya itu. Padahal di sekitar sini, bukan habitatnya buaya,” jelasnya.

Hendri menambahkan, karena takut buaya tersebut menyerang, ia kemudian menghubungi petugas Damkar Kota Padang untuk membantu melakukan evakuasi.

Kabid Operasional Damkar Kota Padang, Basril mengatakan, setelah mendapat laporan petugas langsung menuju lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi agar anak buaya tersebut tidak kabur dan membahayakan masyarakat di sekitar Kompleks Pemda Limaumanis Blok F No. 8, Kelurahan Kotoluar, Kecamatan Pauh.

“Proses evakuasi berlangsung lebih kurang 30 menit. Sempat mengalami kesulitan karena anak buaya tersebut sangat lincah,” jelasnya.

Pihaknya lalu membawa anak buaya ke Mako Damkar Kota Padang. “Darimana asal anak buaya tersebut, kami tidak mengetahui. Untuk proses penyelidikan dan mencari tau habitat buaya itu, kami serahkan kepada pihak BKSDA Sumbar,” ujarnya.

Sementara itu, Dansatgas BKSD Provinsi Sumbar, Joni Akbar mengungkapkan, jenis anak buaya yang ditemukan warga di Kompleks Pemda Kelurahan Kotoluar tersebut merupakan buaya muara yang habitat aslinya berada di muara sungai.

Buaya muara tersebut merupakan salah satu hewan yang dilindungi sehingga keberlangsungan hidupnya sangat dijaga. “Anak buaya muara ini ukurannya sekitar 80 centimeter dan berusia dua bulan,” ujarnya.

Joni mengatakan, sebenarnya di Kecamatan Pauh bukan merupakan habitat asli dari buaya muara. Oleh sebab itu, pihaknya ingin mencari tau dari mana anak buaya tersebut berasal apakah lepas begitu saja atau hewan peliharaan.

“Pastinya kalau buaya yang ditemukan itu masih anakan, pasti ada induk buaya. Untuk itu, kita akan melakukan pengecekan untuk mencari tau asal dari anak buaya tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Joni menyampaikan, anak buaya akan dibawa ke kantor BKSDA Sumbar untuk dicek kesehatannya. “Setelah itu akan kita putuskan apakah buaya itu dikarantina atau tidak,” ujarnya. (a)