Pandemi, Penetapan Tersangka Penyelewengan Infak Masjid Raya Sumbar Terkendala

29
OBJEK SWAFOTO— Pengunjung terlihat berswafoto dengan latar belakang Masjid Raya Sumbar. Masjid terbesar di Sumbar ini jadi salah satu objek swafoto saat libur lebaran tahun ini. (hendra/posmetro)

Terkendala pandemi Covid-19, tersangka kasus dugaan penyelewengan infak Masjid Raya Sumbar dan dana APBD Biro Mental dan Kesra Setprov Sumbar tahun 2019 belum bisa ditetapkan.

“Penetapan tersangka belum. Karena kondisi Covid-19, jadi sekarang kami memanggil para saksi secara selektif,” ungkap Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar M Fatria kepada Padang Ekspres, kemarin (3/6).

Dia mengatakan, jajaran Kejati Sumbar ingin agar tersangka dalam kasus ini bisa segera ditetapkan. Mengingat kasus ini menarik perhatian masyarakat karena terkait infak umat terhadap rumah ibadah.

“Tapi karena kondisi Covid-19 ke lapangan jadi agak sulit, aturan dari pimpinan juga harus dibatasi pemanggilan saksi, harus selektif, dan sebagainya untuk menghindari penyebaran Covid-19,” terangnya.

Kendati demikian M Fatria menambahkan, proses penyidikan kasus tersebut masih berjalan. Pihaknya hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. “Dalam dua hari ini lagi manggil (saksi) nih. Hari ini (kemarin, red) ada pemanggilan juga. Jumlah saksi yang kami periksa ada sekitar 10 orang,” sebutnya.

Lebih lanjut pemeriksaan saksi dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan. “Memakai alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan face shield,” tukas M Fatria.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejati Sumbar telah menemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi (Tipikor), dalam kasus dugaan penyelewangan infak Masjid Raya Sumbar dan dana APBD Biro Mental dan Kesra Setprov Sumbar tahun 2019 diduga dilakukan oknum ASN Pemprov Sumbar.

Kejati Sumbar pun telah menaikkan proses kasus ini dari tingkat penyelidikan ke tingkat penyidikan. Ini sesuai surat perintah penyidikan dari Kepala Kejati Sumbar Nomor 02/L.3/FD1/04/2020 tanggal 22 April 2020. Dalam proses penyidikan, Kejati Sumbar akan menjerat pihak-pihak yang perlu dimintai pertanggung jawaban. Dari proses penyelidikan yang sudah dilakukan Kejati Sumbar, diketahui ada sejumlah anggaran yang saling berkaitan dan diduga telah diselewengkan.

Dengan rincian dana infak Masjid Raya Sumbar tahun 2013-2019, dana Unit Pengumpul Zakat Tuah Sakato 2018, sisa dana peringatan hari Besar Islam Tahun 2018, dan dana APBD pada biro Bintal Kesra Setprov Sumbar.

Kasus ini berawal dari laporan Kepala Biro Bina Mental Setdaprov Sumbar kepada Kejati Sumbar. Informasi yang terungkap ke publik, penyelewengan infak Masjid Raya Sumbar dan dana APBD Biro Mental dan Kesra Setprov Sumbar tahun 2019 ini diduga dilakukan oknum ASN Biro Bintal dan Kesra berinisial YRN. (i)