353 Tahun Kota Padang: Geliat Pendidikan, Hidupkan Lagi Mata Pelajaran BAM

17
KHIDMAT: Para siswa SMAN 4 Padang saat mengikuti upacara bendera, Senin (1/8).(IST)

Sebagai ibukota provinsi Sumbar, Kota Padang menjadi magnet di bidang pendidikan. Banyak orangtua dari berbagai daerah mengirim anak-anak mereka bersekolah ke Kota Padang.

Termasuk dari luar Provinsi Sumbar. Menurut data Dapodik Kemendikbud tahun 2022-2023 di Kota Padang ada sekitar 40.668 murid SD, 18.143 pelajar SMP, 14.966 siswa SMA dan 7.382 siswa SMK.

Tentunya dengan jumlah siswa yang cukup banyak tersebut mengidentifikasikan Kota Padang harus siap dalam mengembangkan sarana pendidikan di setiap tingkatan yang ada di Kota Padang.

Menjawab hal tersebut Kepala Bidang Perencanaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Indriyedy Bakri mengatakan, Pemko Padang selalu berusaha untuk mengembangkan dan memajukan mutu pendidikan yang ada di Kota Padang.

Ia menyebutkan, faktor penting yang harus dimiliki sekolah dalam meningkatkan mutu siswa adalah tenaga pendidik yang berkualitas dan berkompetensi. Demi meningkatkan mutu pengajar tersebut pemerintah mewadahi para guru dengan program guru penggerak.

Data terbaru ada sekitar 90 orang guru penggerak yang dilantik untuk gelombang ke 4 yang terdiri dari 38 orang guru SD dan 52 orang guru SMP. Dengan menjadi guru penggerak si guru akan mendapatkan pembekalan dan ilmu yang dapat ia gunakan sebagai panduan dalam proses mengajar di lingkungan sekolah.

Selain itu, Indriyedy mengatakan untuk menjadi seorang kepala sekolah juga diperlukan sertifikat sebagai seorang guru penggerak. Dengan demikian untuk meningkatkan standardisasi pendidikan dibutuhkan para guru penggerak yang memiliki kecakapan dalam mengelola pendidikan.

“Guru penggerak merupakan sebuah program yang dirancang sebagai wadah bagi guru untuk memberikan warna dalam pendidikan di sekolah agar terdapat variasi dalam pembelajaran,” ucapnya.

Selain dari segi tenaga pendidik, Pemko Padang saat ini sedang merealisasikan program 500 ruang kelas baru yang juga menjadi progul wali kota Padang hingga 2024.
Tahun 2022 ini ditargetkan terbangun sebanyak 180 ruang kelas baru dan saat ini pembangunan tersebut sudah mulai berjalan.

“Sudah ada beberapa sekolah yang kita lakukan penambahan ruang kelas bahkan merombak ulang sekolah, karena sudah tidak memungkinkan menambah kelas akibat keterbatasan ruang. Sampai saat ini sudah ada 40 RKB yang dibangun di Kota Padang dan pembangunan tersebut akan terus dikembangkan hingga tahun 2024,” ucapnya.

Usaha tersebut dilakukan guna memberikan tempat belajar yang berkualitas bagi anak-anak di Kota Padang, sehingga kedepannya tidak ada lagi anak usia sekolah yang berhenti mengenyam pendidikan di sekolah.

Baca Juga:  Pengecoran Jalan Bukit Aua Limau Manis Buka Wisata Agro Puncak Talao

“Kita berusaha menyediakan seluruh sarana dan prasarana untuk para siswa sambil terus meningkatkan kualitas mutu pendidikan agar menjadi semakin baik ke depannya,” tuturnya.

Tidak hanya pendidikan menengah, perguruan tinggi pun terus tumbuh dan berkembang di Padang. Baik negeri maupun swasta. Hal ini berdampak kepada ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar kampus. Mulai usaha fotokopi, alat tulis kuliner hingga kos-kosan.

Imelda, pemilik rumah kos di sekitaran kampus UIN Imam Bonjol Padang mengaku dapat meraup keuntungan yang cukup lumayan dari bisnis kamar kos untuk para mahaswa.

“Tentunya dengan banyaknya pendatang dari daerah baik untuk pekerjaan maupun berkuliah dapat menjadi pundi-pundi ekonomi bagi kami dan masyarakat lainnya yang memiliki usaha serupa,” ucapnya.

Meski demikian pandemi 2 tahun melanda cukup menjadi tamparan bagi para pelaku bisnis rumah kos di sekitar UIN. Pasalnya para mahasiswa berkuliah secara daring dan mayoritas kembali ke kampung halaman mereka masing-masing, sehingga kamar menjadi kosong dan tidak ada aktivitas penyewaan.

“Sungguh sangat berat beberapa tahun belakangan ini, namun dengan kembalinya aktivitas seperti normal kami mulai merasa kembali lega, dengan demikian aktiftas sewa menyewa rumah kos kembali berjalan dan ekonomi kembali berputar di sekitaran kampus,” tutupnya.

Sementara itu, pengamat pendidikan Dr. Muhammad Kosim mengatakan, Kota Padang memang menjadi pusat pendidikan karena banyaknya lembaga pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi serta tempat-tempat sekolah lainnya yang bisa dikatakan sangat banyak.

Namun, yang menjadi catatan penting atau yang sangat kurang di Kota Padang adalah pendidikan kearifan lokal yang menanamkan nilai-nilai adat budaya di lingkungan.

“Untuk saat ini bisa dikatakan pendidikan di Kota Padang butuh kembali menghidupkan mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) karena hal ini juga pasti akan berpengaruh terhadap hal yang paling urgen yakni nilai-nilai dalam kehidupan,” katanya.

Ia berharap, Sumbar bisa kembali menjadi industri otak seperti sebelumnya. Dahulu banyak tokoh-tokoh yang berpengaruh lahir di Sumbar ini. Mulai dari Muhammad Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir, dan beberapa tokoh nasional lainnya. (***)