Ratusan Hewan Peliharaan Divaksin Rabies

7
VAKSINASI: Penyuntikan vaksin rabies pada seekor kucing saat kegiatan vaksinasi rabies massal di Kompleks GOR H. Agus Salim Padang, kemarin.(IST)

Sekitar 300 dosis vaksin rabies disuntikkan kepada ratusan hewan peliharaan masyarakat dalam kegiatan vaksinasi rabies massal yang digelar oleh Dinas Pertanian (Distan) Kota Padang, di Kompleks GOR H. Agus Salim Padang, kemarin (3/10).

Pantauan Padang Ekspres, kegiatan vaksinasi massal tersebut dimulai dari pukul 08.00 sampai 12.00. Dalam kegiatan vaksinasi massal itu, Distan Kota Padang menyediakan 530 dosis vaksin rabies.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat mengatakan vaksinasi ini untuk mengantisipasi penyakit rabies di Kota Padang, serta dalam rangka Hari Rabies Sedunia yang jatuh 28 September lalu. Vaksinasi rabies ini diberikan secara gratis.

Dalam kegiatan ini, Dinas Pertanian Kota Padang berkerja sama dengan Bidang Keswan dan Kesmavet serta Ikatan Dokter Hewan yang berpraktik di Kota Padang. Hewan yang telah divaksin, akan memiliki tanda yang diberikan Dinas Pertanian kepada pemilik hewan peliharaan.

Hewan yang telah divaksin akan memiliki kartu divaksin dengan tujuan untuk dikontrol ulang naik vaksinasi atau kontrol penyakit lainnya. Kemudian hewan telah divaksin akan beri pengenal untuk diikat pada bagian leher, sehingga saat hewannya lepas, nantinya masyarakat sudah tahu, bahwa hewannya telah divaksin rabies atau belum.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan penyakit rabies yang ada di Kota Padang. Diketahui, bahwa penyakit rabies merupakan salah satu yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian,” tuturnya.

Kegiatan vaksinasi terhadap hewan perliharaan ini rutin diadakan oleh Dinas Pertanian di GOR H Agus Salim setiap minggunya. “Untuk hari ini (kemarin, red), target kami sebanyak 530 ekor hewan, sedangkan pada akhir tahun, kita tetap melaksanakan satu bulan penuh,” ujarnya.

Syahrial menargetkan 2.000 hewan peliharaan divaksinasi tahun ini. “Kami imbau kepada masyarakat Kota Padang pemilik hewan-hewan peliharaan untuk segera memvaksin hewan-hewan peliharaannya,” katanya.

Ia menjelaskan, rabies ini akan menular pada saat digigit oleh hewan tersebut atau barang kali luka dijilat pada bagian luka atau kena cakar oleh hewan tersebut, sehingga dari air liur, gigi akan menular pada luka.

“Jadi kita imbau yang memiliki hewan peliharaan dan kesayangan untuk segera untuk divaksin,” ujarnya.

Selain di GOR H Agus Salim, bagi masyarakat yang tidak bisa datang boleh disurati Dinas Pertanian Kota Padang, maka pihak Dinas Pertanian akan datang ke perumahan warga, dengan catatan satu lokasi tersebut minimal sepuluh ekor hewan yang akan divaksinasi.

“Ya, sepuluh ekor minimalnya, kalau lebih dari itu lebih baik, selagi stok masih ada, seandainya stok tahun ini habis, akan kita lakukan tahun depannya,” ujarnya.

Sedangkan terkait terhadap hewan-hewan liar yang tidak bertuan, Syahrial menyebutkan Dinas Pertanian telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pihak kecamatan.

“Sekarang kita tidak boleh meracun hewan-hewan liar, sementara potensi untuk mengeluarkan rabies sangat tinggi, makanya kemarin tiga kecamatan kita lakukan sosialisasi. Pada sosialisasi tersebut yang kita undang adalah medis, puskemas, unsur kelurahan, babinsa dan babinkantibmas dengan tujuan bagaimana dia nanti mengantisipasi baik kepada hewan liar, maupun saat menangani saat-saat pada masyarakat kena gigitan oleh dan sehingga penganangan lebih cepat dan sehingga tidak tertularnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Kota Padang, drh. Sovia Hariani secara teknis mengatakan, hewan yang hendak divaksin harus sehat, mencukupi umur (minimal tiga bulan) serta berat satu kilogram dan tidak bunting.

Baca Juga:  Keluyuran, 12 Pelajar Diamankan Satpol PP Kota Padang

“Untuk vaksin rabies kita memberikannya satu kali dalam setahun, dan setelah diberikan vaksin rabies disarankan untuk tidak dimandikan dalam kurun waktu seminggu setelah divaksin,” ujarnya.

Selain itu kata Sovia, bagi masyarakat tergigit Hewan Penular Rabies (HPR) baik kucing dan anjing serta kera, masyarakat bisa melaporkannya dinas terkait terlebih dekat.

“Kalau lebih dekat ke Dinas Pertanian Kota Padang, silakan datang sana atau datang ke Puskemas terdekat. Setelah memberikan laporan maka nantinya kami akan putuskan, apakah nantinya akan diberikan bisa anti rabies atau hewan diobservasi, untuk mengamati nanti dia rabies atau tidak selama 14 hari,” ungkapnya.

Jika dalam 14 hari, hewan tersebut mati atau tidak ditemukan maka korban gigitannya akan diberikan anti bisa rabies yang rekomendasikan kepada Dinas Kesehatan Kota (Puskesmas) dan nantinya puskesmas tersebut akan memberikan anti bisa tersebut.

“Bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan terutama pada anjing, kucing dan kera, kami mengimbau untuk selalu mengandangkan hewan peliharaannya terutama anjing dan jangan lepas liarkan. Kemudian berikanlah vaksinasi rabies secara rutin, minimal satu kali setahun, baik dibawa ke dokter hewan praktek atau ke Dinas Pertanian Kota Padang, bagi Dinas Pertanian Kota Padang kita berikannya secara gratis,” tukasnya.

Untuk vaksinasi hari ini (kemarin, red), ia menyampaikan, ada sekitar 300 hewan peliharaan yang disuntik vaksin rabies. “Alhamdulillah banyak masyarakat yang datang ke kegiatan vaksinasi rabies massal ini. Kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hewan-hewan peliharaan yang mendominasi pada kegiatan vaksinasi rabies tersebut adalah kucing yang kemudian ada beberapa kera, anjing, dan hewan peliharaan lainnya.

Lebih lanjut Sofia menyampaikan, sejauh ini berdasarkan data dari laboratorium, di Kota Padang belum ditemukan laporan adanya kasus gigitan hewan rabies maupun hewan yang terjangkit virus rabies.

“Namun untuk kasus gigitan hewan liar seperti kucing, anjing, dan kera liar ada kami dapatkan. Penanganan kami rekomendasikan pemberian vaksinasi rabies kepada korban gigitan dengan menyurati Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Sofia menjelaskan, untuk tanda-tanda hewan peliharaan ataupun liar yang memiliki gejala terjangkit virus rabies bisa dikategorikan dalam dua tipe yakni tipe ganas dan tenang.

Untuk gejala tipe ganas tanda-tanda yang bisa dilihat seperti kelakuan hewan yang sangat aktif dan bergerak tidak sesuai dengan kondisi normal. Kemudian hewan tersebut mengeluarkan air liur dalam jumlah yang banyak.

“Lalu biasanya hewan dengan tipe ganas ini suaranya berubah, takut terhadap air dan cahaya, serta suka menggigit benda-benda yang ditemukan,” jelas Sofia.

Sementara itu untuk gejala tipe tenang tanda-tandanya bisa dilihat dari nafsu makan turun, mengalami kelumpuhan, takut air dan cahaya, dan diakhiri dengan kasus kematian. Bagi masyarakat yang menemukan kondisi hewan seperti itu, Sofia mengimbau agar menjauhi atau menjaga jarak dan jangan mengganggu hewan tersebut.

Selanjutnya, segera laporkan ke petugas Keswan jika kondisinya mengganggu ketenangan dan keselamatan masyarakat. Mengingat tingginya antusias masyarakat yang ingin hewannya divaksin rabies, pihaknya akan melaksanakan kegiatan vaksinansi rabies massal pada Minggu depan. (rid/adt/cr3)