Sampai Pukul 10 Malam, Pemko Batasi Jam Operasional Tempat Usaha

36

Pemerintah Kota Padang menyiapkan beberapa langkah utama untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Apalagi saat ini berada di zona oranye pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Padang Hendri Septa usai mengikuti Rapat Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (04/05/2021).

Rapat dihadiri oleh Dandim 0312 Padang Letkol Inf. Mochammad Ghoffar, Kajari Padang Ranu Subroto, Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir, Kemenag Marjanis, Ketua DMI Kota Padang Maigus Nasir dan Ketua LKAM Suardi.

Hendri Septa mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Padang untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan Covid-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti. Upaya tersebut telah mendapat persetujuan dan dukungan dari Forkompimda Kota Padang.

Di antaranya adalah melakukan pembatasan atau pengurangan kegiatan masyarakat, seperti membatasi jam operasional tempat usaha untuk kafe, restoran, rumah makan maupun tempat-tempat keramaian di Kota Padang.

“Untuk pembatasan jam operasional kafe, restoran, rumah makan dan tempat hiburan lainnya kita boleh buka sampai pukul 22.00. Lewat dari jam tersebut akan kita berikan sanksi. Hal ini akan segera kita tindak lanjuti dengan surat edaran wali kota Padang. Alhamdulillah kita didukung oleh TNI-Polri untuk pengawasan,” ungkap Hendri Septa.

Baca Juga:  Andre Rosiade Salurkan Sembako di Kampung Kalawi Kuranji

Kemudian, lanjut Wako, menginstruksikan pemilik toko, kafe, restoran dan mal untuk membuat spanduk bertuliskan upaya pencegahan Covid-19, dan memasang di halaman toko masing-masing. Kepada Dinas Perdagangan Kota Padang untuk segara menindaklanjuti hal ini,” seru Wako.

Upaya lainnya adalah menginstruksikan camat dan lurah untuk terus melakukan pengawasan protokol kesehatan Covid-19 di tempat-tempat keramaian, seperti di masjid dan musala yang tengah melaksanakan Pesantren Ramadhan. Kemudian memerintahkan kepada RT/RW untuk terus mengaktifkan kongsi Covid-19 di wilayah masing-masing.

Lebih jauh dikatakan wako, pengawasan protokol kesehatan Covid-19 harus terus dilakukan, tidak hanya jelang Lebaran, namun juga pascalebaran.

“Kepada setiap camat dan lurah supaya melihat dan mendata warganya yang keluar daerah (pulang kampung) supaya bisa dilakukan pemantauan,” pungkas Wako. (rel)

Previous articleBerkat Kongsi Covid-19, Pemko Padang Diganjar Penghargaan
Next articleBuat SKCK Bisa Langsung Diantar ke Rumah, Begini Caranya