Bertambah 9 Kasus Positif Covid-19

46
(Foto: Jawa Pos)

Angka kasus positif terinfeksi virus korona (Covid-19) di Kota Padang, kemarin (4/5) bertambah sembilan kasus. Dengan penambahan tersebut, tercatat 403 kasus positif korona di Kota Padang.

Selain itu, 12 warga Kota Padang yang terinfeksi positif Covid-19 dinyatakan sembuh setelah mendapat perawatan dan hasil tes swab sebanyak dua kali dengan hasil negatif. Total pasien sembuh menjadi sebanyak 189 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal menyampaikan, penambahan kasus itu berdasarkan laporan dari pihak Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi FK Unand dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukittinggi. “Warga Sumbar positif Covid-19 sebanyak 11 orang. Sembilan di antaranya dari Kota Padang dan masih dari klaster Pasar Raya,” ungkapnya.

Jasman merinci, sembilan kasus positif terinfeksi Covid-19 di Kota Padang tersebut yakni wanita, 31 tahun, warga Sungaisapih, pekerjaan pegawai BUMN, diduga terpapar dari pekerjaan. Pria 25 tahun, warga Andalas, terinfeksi karena sebagai pedagang Pasar Raya.

Wanita 51 tahun, warga Bungopasang, terinfeksi karena sebagai pedagang Pasar Raya. Pria 46 tahun, warga Kotolalang, pekerjaan pegawai Dinas Perdagangan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfimasi pedagang pasar Bandarbuat. Wanita 48 tahun, warga Kuranji, ibu rumah tangga, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi.

Wanita 74 tahun, warga Kuranji, ibu rumah tangga, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi. Wanita 67 tahun, warga Kuranji, ibu rumah tangga, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi.

Wanita 69 tahun, warga Kuranji, ibu rumah tangga, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi. Terakhir, Pria 57 tahun, warga Lubuakbuaya, pekerjaan ASN Pemkab Kepulauan Mentawai, diduga terpapar dari pekerjaan. “Penanganan sembilan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini, isolasi mandiri sementara,” kata Jasman.

Berdasarkan hasil penulusuran data di situs resmi Dinkes Kota Padang dinkes.padang.go.id, 12 orang pasien positif Covid-19 di Kota Padang yang dinyatakan sembuh terdiri dari warga Kelurahan Ulakkarang Selatan, Balaigadang, Bungopasang, Kampung Baru, Ujunggurun, Flamboyan, dan warga Kelurahan Pasagadang masing-masing satu orang.

Lalu, warga Kelurahan Padangpasir tiga orang dan Kelurahan Kuranji dua orang. Hingga Kamis (4/6), total kasus positif Covid-19 di Kota Padang sebanyak 403 kasus. Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 333 orang.

Orang Dalam Pengawasan (ODP) 879, dengan rincian selesai pemantauan 823 dan isolasi mandiri 54 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) 97 orang, dan pelaku perjalanan dari negara atau wilayah terjangkit dan dengan transmisi lokal (PPT) yang masih dalam pemantauan berjumlah 378 orang, baru 6 orang, selesai pemantauan 7065 orang.

Sementara itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang mengonfirmasi, 62 orang dari 241 orang positif Covid-19 yang berasal dari klaster Pasar Raya Padang yang dinyatakan sembuh dari virus korona (Covid-19). Kondisi tersebut merupakan kabar baik dalam upaya memutus klaster penularan Pasar Raya Padang.

Kepala Disdag Kota Padang, Andree Algamar, Kamis (4/6) mengatakan, 62 orang dari klaster Pasar Raya tersebut dinyatakan sembuh setelah mendapatkan hasil pemeriksaan dari Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran (FK) Unand dengan melakukan dua kali pemeriksaan swab dan hasilnya negatif.

Ia menambahkan, 241 orang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut merupakan hasil dari tes swab massal yang dilakukan oleh Disdag Kota Padang dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang dengan total orang yang di swab 1.772 orang. “Dari dari 1.772 orang yang dilakukan pengambilan swab di terdapat 241 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dengan rincian 62 orang sembuh, 25 orang di karantina, 133 orang dirawat di rumah sakit, 17 orang isolasi mandiri di rumah, dan 4 orang meninggal dunia,” ujarnya.

Selain itu, Andree mengungkapkan, 241 orang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut terdiri dari 80 orang pedagang, staf Disdag Kota Padang 15 orang, dan masyarakat lain yang memiliki kontak dengan klaster Pasar Raya Padang. “Jika dikalkulasikan, dari 1.772 orang yang diambil sampel swab tenggorokan dan mulut mereka, maka sekitar 80 persen hasilnya negatif Covid-19,” ungkapnya.

Lebih lanjut Andree mengakui, saat ini Disdag Kota Padang dan Pemko Padang masih berupaya untuk memutus rantai penularan virus Covid-19 di Pasar Raya Padang yang menjadi klaster penularan Covid-19 terbanyak di Sumbar.

“Kami terus berkoordinasi dengan DKK Padang dalam hal pemutusan penularan Covid-19 di klaster Pasar Raya Padang. Di Kota Padang sendiri, klaster Pasar Raya menjadi satu-satunya yang belum berhasil diputus oleh Pemko Padang,” tukasnya.

Sementara, Kepala DKK Padang, Ferimulyani mengatakan, klaster penularan virus Covid-19 di Kota Padang saat ini hanya tinggal klaster Pasar Raya Padang. Salah satu klaster penularan yang telah berhasil diputus adalah klaster Pegambiran dengan jumlah kasus terhenti di angka 20 kasus.

“Berbagai upaya telah kita lakukan untuk memutus klaster Pasar Raya Padang ini seperti melakukan tracking dan tes swab massal kepada para pedagang dan masyarakat yang berkaitan erat dengan Pasar Raya Padang,” jelasnya.

Ia menambahkan, DKK Padang sendiri telah melakukan tes swab sekitar 6 ribu masyarakat Kota Padang, dimana 1.772 orang di antaranya merupakan masyarakat yang berasal dari klaster Pasar Raya Padang. “Jadi dari 1 juta penduduk Kota Padang, kita telah melakukan tes swab kepada 6 ribu masyarakat dari hasil tracking dan tes swab massal yang kita lakukan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, klaster Pasar Raya Padang belum berhasil diputus, disebabkan masih terdapat pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di Pasar Raya Padang yang tidak mau melakukan tes swab, sehingga target jumlah swab yang diinginkan belum tercapai.

“Padahal kami telah memindahkan tempat tes swab ke Mal Pelayanan Publik (MPP) agar lokasinya dekat dengan pedagang. Bahkan di Pasar Bandarbuat, kita adakan tes swab di Puskesmas Lubukkilangan, namun nama yang telah didata banyak yang tidak datang,” tuturnya.

Namun Ferimulyani mengungkapkan, pihaknya tetap optimis untuk bisa memutus rantai penularan Covid-19 di klaster Pasar Raya Padang. Kondisi tersebut juga didukung dari banyak pasien positif Covid-19 yang berhasil sembuh.

“Dari 395 kasus positif Covid-19 di Kota Padang, sebanyak 40 persen sudah berhasil sembuh. Jadi dengan dukungan berbagai pihak, kami yakin klaster Pasar Raya Padang ini bisa diputus dari virus Covid-19,” ungkapnya. (i/a)