Belum Pastikan Gelar Shalat Idul Adha, Antusiasme Berkurban Menurun

11
Wali Kota Padang, Hendri Septa.(IST)

Pemerintah Kota (Pemko) Padang belum memastikan penyelenggaraan Shalat Idul Adha tahun 1442/2021. Apakah bisa dilaksanakan di masjid, musala dan lapangan. Pelaksanaannya nanti tergantung kondisi pandemi Covid-19 di Kota Padang.

“Untuk penyelenggaraan Shalat Idul Adha di masjid, mushala atau di lapangan tentu kita semua ingin melaksanakannya, akan tetapi hal itu tentu dilihat dari kondisi atau kasus positif Covid-19 di Kota Padang,” kata Wali Kota Padang, Hendri Septa kepada Padang Ekspres, Sabtu (3/7).

Hendri mengatakan, saat ini Kota Padang masih berada dalam zona orange penyebaran Covid-19. Untuk memutuskan penyelenggaraan Shalat Idul Adha di masjid, mushala dan di lapangan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait untuk mengambil keputusan yang paling baik dan bijak pada kondisi saat ini.

Namun jika nantinya pelaksanaan Shalat Idul Adha bisa dilakukan di masjid dan mushala, pihaknya juga akan mengacu pada Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang pada saat penyelenggaraan Shalat Idul Fitri lalu.


“Nah di SE Idul Fitri itu kan disebutkan, penyelenggaraan Shalat Hari Raya itu diperbolehkan jika daerah-daerah seperti RT, RW, dan kelurahan tidak masuk dalam zona orange dan merah di Kota Padang,” kata Hendri.

Sementara untuk daerah di Kota Padang yang masuk dalam kategori zona orange dan merah, pihaknya berharap agar pelaksanaan Shalat Idul Adha di masjid, mushala atau bahkan di lapangan ditiadakan dahulu.

“Pastinya keputusan resmi terkait penyelenggaraan Shalat Idul Adha atau bahkan penyembelihan hewan kurban ini akan dikeluarkan pada saat mendekati Idul Adha. Mudah-mudahan kita semua bisa merayakan hari raya besar Islam ini dengan bahagia dan aman,” tukasnya.

Oleh karena itu, wako tak bosan-bosan mengimbau warga untuk tetap disiplin protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan dan mengikuti vaksinasi.

Hendri Septa mengatakan, saat ini varian Covid-19 jauh lebih berbahaya dari sebelumnya. “Ada varian baru yang jauh lebih berbahaya dari sebelumnya, maka kita antisipasi itu dengan taat prokes,” imbaunya.

Baca Juga:  "Pria Trotoar" Tiba di Padang, Andre Rosiade Bakal Modali Ujang

Hendri Septa mengajak warga untuk mengenakan masker ke mana saja dan di mana saja. Jangan menularkan virus kepada orang yang tersayang.“Jaga keluarga kita dengan disiplin mengenakan masker,” sebut Wako.

Wako juga mendoakan warga yang terpapar Covid-19 agar lekas diberi kesembuhan. Tetap disiplin dengan prokes apabila sudah sembuh dari Covid-19. “Semoga saudara-saudara kita cepat sembuh,” kata Hendri Septa.

Di sisi lain, beberapa pengurus masjid di Kota Padang saat ini tengah mempersiapkan beberapa hal terkait penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. Salah satunya di Masjid Al-Munawarrah Tarandam.

Pengurus masjid Al-Munawarrah Tarandam, Irnaldi mengatakan, pada Hari Raya Idul Adha ini, pengurus masjid menargetkan 10 ekor sapi kurban disembelih dan dibagikan ke masyarakat.

Namun sampai saat ini, jumlah sapi kurban yang telah dipesan oleh pihak masjid baru sebanyak 7 ekor. Kondisi tersebut disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang ikut berkurban pada tahun ini.

“Tahun dulu ada 9 ekor sapi yang disembelih, namun saat ini sapi yang telah dipesan baru 7 ekor. Ya, kami menargetkan jumlah sapi bisa sama dengan tahun lalu,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Masjid Al-Munawarrah, untuk satu orang peserta kurban, mereka membayar sebesar Rp 2,4 juta. Berkurangnya antusias masyarakat untuk berkurban pada tahun ini mungkin disebabkan karena masih adanya pandemi Covid-19.

Sementara untuk pelaksanaan Shalat Idul Adha di masjid, pihaknya secara umum mengikuti instruksi maupun kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah baik provinsi maupun Kota Padang.

“Pastinya apapun keputusan dari pemerintah kami akan tindak lanjuti, namun kami berharap agar pandemi Covid-19 bisa melandai dan pelaksanaan Shalat Idul Adha bisa dilakukan di masjid dan mushala,” tukasnya.

Sementara itu, Ricky, salah satu warga yang selalu ikut kurban tiap Idul Adha, tahun tidak ikut karena alasan ekonomi. Sebab sebagai karyawan swasta, perusahaan tempatnya bekerja ikut terdampak dan dilakukan pemotongan gaji. “Absen dulu tahun ini, mudah-mudahan tahun depan ada rezeki,” ujarnya.(adt/eri/eni)