Rawan Laka, 38 Titik Perlintasan Dipasang EWS

15
BATU PERTAMA: Wako Hendri Septa meletakkan batu pertama pembangunan shelter (stasiun kecil) Perkeretaapian Pasar Alai, Kamis (4/8).(IST)

Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Barat terus melakukan berbagai upaya untuk peningkatan lintas kereta api jalur Padang-Pariaman. Salah satu kegiatan yang dilakukan antara lain revitalisasi beberapa stasiun kecil antara lain Stasiun Pasar Alai, Airtawar, Lubukbuaya dan Stasiun Cimparuh di Pariaman.

“Kami berharap dengan adanya revitalisasi ini maka kondisi stasiun semakin baik dan memenuhi standar pelayanan minimal penumpang kereta api sesuai regulasi yang berlaku. Semoga menarik minat masyarakat menggunakan moda kereta api,” sebut Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Barat Supandi saat peletakan batu pertama pembangunan shelter (stasiun kecil) Perkeretaapian Pasar Alai, Kamis (4/8).

Selain di Pasar Alai, pekerjaan revitalisasi atau pembangunan shelter juga dilakukan di Airtawar (Basko), Lubukbuaya, Pasar Usang hingga Shelter Cimparuh di Kota Pariaman.
Ia melanjutkan, selain meningkatkan pelayanan angkutan kereta api, pihaknya juga akan melakukan penataan perlintasan di sepanjang jalur Padang-Pariaman.

Dari sekitar 388 titik perlintasan akan ditutup sebanyak 245 titik. Untuk penataan perlintasan tersebut, dilakukan berupa sterilisasi atau pemagaran, pemasangan patok besi, pagar ornamen hingga pembangunan pintu perlintasan.

Selain itu juga akan dipasang EWS (Early Warning System) di 38 titik perlintasan. EWS ini merupakan pilot project pertama di lingkungan Ditjen Perkeretapian dengan menyajikan fasilitas sensor yang dipasang di sekitar perlintasan.

“Saat kereta api melintas alat itu secara otomatis akan berbunyi sebagai pemberi peringatan bagi warga yang akan melintas,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa mengucapkan terima kasih kepada Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar Bagian Barat dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang telah mengupayakan pembangunan Shelter Alai ini.

Baca Juga:  Manfaatkan Limbah, PLN Perkenalkan Paving Blok dari FABA

Menurutnya, shelter ini sangat penting karena akan digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dari berbagai jenis angkutan umum maupun transportasi daring.

“Hal ini sudah lama kita tunggu dan terealisasi hari ini. Semoga memberikan pelayanan kepada pengguna jasa perkeretaapian di Kota Padang, khususnya menghadirkan keamanan dan kenyamanan ketika akan menaiki dan turun dari kereta api,” ujar Wako Hendri Septa.

Hal tersebut juga diharapkan ikut menggairahkan animo masyarakat untuk semakin banyak menggunakan jasa kereta api sebagai transportasi umum. Di samping itu, orang nomor satu di Kota Padang itu juga menyambut baik akan adanya teknologi baru EWS, dimana setiap kereta api yang mau melintas akan berbunyi sirine cukup keras.

“Sirine tersebut diharapkan membuat masyarakat menjadi berhati-hati ketika akan melintasi rel kereta api. Hal ini sangat penting demi keselamatan kita semua, karena saat ini memang cukup banyak perlintasan kereta api di Padang yang dilalui masyarakat belum memiliki palang pintu perlintasan,” ungkapnya.

Turut hadir mendampingi Kepala Divisi Regional II Sumbar Mohammad Arie Fathurrochman, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar Heri Nofiardi, unsur Forkopimda Kota Padang.

Sekko Andree Algamar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Hasymi, Kepala Dinas Perhubungan Yudi Indra Sani, Kasat Pol PP Mursalim, Kepala Dinas PUPR Tri Hadyanto, Kepala Dispora Afriadi, Kabag Prokopim Amrizal Rengganis dan Camat Padang Utara Pagara Anas. (eri)