59 Pasien di Rumah Nelayan Sembuh

29
Petugas kesehatan bersama para pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 di rumah nelayan Lubukbuaya, Jumat (3/10). (IST)

Sejak dijadikan tempat karantina pasien Covid-19, rumah nelayan Lubukbuaya, Kecamatan Kototangah telah merawat seratusan pasien. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 pasien di antaranya dinyatakan sembuh.

“Ya, dari 106 orang pasien positif Covid-19 yang di karantina di rumah nelayan ini, sebanyak 59 orang dinyatakan sembuh. Mereka sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani Hamid kepada Padang Ekspres, Minggu (4/10).

Ke-59 pasien yang telah sembuh tersebut rata-rata melakukan isolasi mandiri selama 7 hari sampai 10 hari. Dan kondisi 59 pasien tersebut tanpa gejala sehingga tidak terlalu mengkhawatirkan. “Mereka merupakan yang perdana sembuh dari tempat karantina di rumah nelayan Lubukbuaya,” ungkapnya.

Ferimulyani menyampaikan, saat ini total pasien positif Covid-19 yang melakukan karantina di rumah nelayan Lubukbuaya berjumlah 84 orang pasien. “Jadi kemarin ada 106 orang, 59 diantaranya berhasil sembuh dan masuk lagi sebanyak 37 orang pasien positif Covid-19 baru. Maka totalnya saat ini adalah 84 orang pasien,” ujarnya.

Dia menambahkan, jumlah pasien positif Covid-19 di rumah nelayan Lubukbuaya ini akan terus bertambah. Saat ini masih ada beberapa orang pasien positif Covid-19 yang telah mendaftar untuk tinggal di rumah nelayan Lubukbuaya. “Berapa penambahannya, belum bisa kami pastikan, karena tidak semua yang mendaftar akan tinggal di rumah nelayan Lubukbuaya,” tuturnya.

Sementara itu, untuk merawat dan mengawasi kondisi dari para pasien positif Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Padang menyiagakan 2 tim tenaga kesehatan yang setiap hari bertugas di sana. “Ada 2 tim yang berjumlah sebanyak 10 orang. Mereka setiap harinya melakukan pengawasan dan perawatan seluruh pasien di sana,” ungkapnya.

Baca Juga:  Cegah Ponpes jadi Klaster Covid-19

Sementara itu, salah seorang pasien sembuh dan diperbolehkan, Rahmi, 29 mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padang yang telah memberikan tempat bagi dirinya beserta teman-teman untuk melakukan karantina. “Pelayanan di sini sangat bagus. Segala kebutuhan kami disediakan dan hasilnya kami telah dinyatakan sembuh dan sudah boleh pulang,” katanya.

Rahmi juga mengungkapkan dirinya tidak tahu kapan dan dimana terpapar Covid-19. Kepada warga Kota Padang Rahmi berpesan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker dan jauhi kerumunan.

“Pastinya di dalam karantina tidak enak, karena kita tidak bisa bertemu dengan keluarga, teman dan sahabat. Untuk itu kepada warga Kota Padang mari kita patuhi protokol kesehatan Covid-19,” tukasnya.

Terpisah Plt Wali Kota Hendri Septa ikut menyambut gembira mendengar kabar sembuhnya 59 pasien karantina Covid-19 di rumah nelayan tersebut. “Semoga saudara-saudara kita lainnya yang menjalani karantina juga segera sembuh,” harap Plt Wako.

Ia pun juga menyampaikan agar seluruh warga Kota Padang tetap senantiasa mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan. “Ingat, pandemi ini belum berakhir. Mari selalu menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan mematuhi protokol kesehatan lainnya. Mari kita lindungi kita dan juga orang lain,” imbau Hendri Septa. (a/eri)