9 Jenazah Dipindahkan dari TPU Bungus

47
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon . (IST)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat ada 172 jenazah yang dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di TPU Bungus Teluk Kabung. Dari 172 jenazah tersebut, 9 jenazah telah dipindahkan dari TPU Bungus tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon mengatakan, pemindahan 9 jenazah itu atas permintaan ahli waris atau pihak keluarga. “Ya, ada 9 jenazah yang dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di TPU Bungus dipindahkan atas permintaan pihak keluarga,” kata Mairizon saat diseminasi informasi yang digelar Diskominfo Padang melalui aplikasi Zoom, Rabu (4/11).

Mairizon melanjutkan, dari 172 jenazah tersebut, hanya 2 jenazah yang hasil swabnya positif Covid-19, sementara sisanya negatif. Untuk jenazah positif Covid-19 ada aturan yang harus dipenuhi. Yakni jarak penguburan dengan pembongkaran minimal 48 hari dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

Sementara bagi jenazah yang hasil swabnya negatif tidak ada batasannya. Bisa 1 hari atau 2 hari setelah penguburan. Lebih jauh dikatakan Mairizon, sebelum proses pemindahan jenazah, pihak DLH harus mendapatkan hasil swab yang dikeluarkan oleh rumah sakit tempat jenazah dirawat.

Setelah surat itu didapatkan, pihaknya akan melihat tanggal penguburannya. “Apakah sudah 48 hari atau belum. Itu merupakan rekomendasi dari Dinkes Padang,” ujarnya.
Karena menurut penelitian yang dilakukan Kemenkes, 48 hari itu diduga penyebaran virus menurun sehingga menghindari risiko dari penularan Covid-19.

“Proses pemindahan jenazah tetap dilakukan dengan protokol Covid-19 yakni memakai APD lengkap,” tuturnya. “Semua pasien yang meninggal di Padang, kami fasilitasi untuk penguburan, tapi karena menyangkut pembiayaan maka jenazah yang ber-KTP di luar Padang, diizinkan dimakamkan di TPU Bungus, namun biayanya ditanggung ahli waris,” kata Mairizon.

Dia menjelaskan, untuk biaya penguburan satu jenazah, Pemko Padang mengeluarkan biaya untuk petugas sebesar Rp 3 juta. Dimana 1 orang petugas mendapatkan Rp 250 ribu.
Saat ini, DLH mempunyai 2 tim yang bertugas untuk melakukan penguburan jenazah, dimana 1 timnya beranggotakan sebanyak 12 orang. “Jadi dengan 12 orang petugas itu, kita mengeluarkan biaya Rp 3 juta untuk satu jenazah,” tuturnya.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Agus Suardi Mundur, Putri: Tak Sesuai Hati Nurani Saya

Sebelumnya, biaya penguburan satu jenazah mencapai Rp 6 juta. “Jadi pada Perwako yang dikeluarkan pada bulan April lalu, biaya untuk 1 orang petugas sebesar Rp 500 ribu per jenazah. Seiring berjalannya waktu, ternyata biaya yang dikeluarkan cukup besar dan hampir Rp 500 juta,” jelas Mairizon.

Maka Perwako tersebut direvisi dengan menurunkan biaya pemakaman dari Rp 500 ribu menjadi Rp 250 ribu per petugas. Di sisi lain, sambung Mairizon, selama pandemi Covid-19, pihaknya telah mengumpulkan sebanyak 11.169 kantong limbah bahan beracun berbahaya (B3) medis pasien positif Covid-19.

“Sejak bulan April hingga November ini kita telah mengumpulkan dan memusnahkan 11.169 kantong limbah B3 dari tempat isolasi dan karantina pasien positif di Kota Padang seperti BKPSDM, Rusunawa Pasie Nan Tigo, dan Rumah Nelayan Lubukbuaya, Kecamatan Kototangah,” jelasnya.

Sampah B3 itu sendiri terdiri dari sampah-sampah dari pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di tempat karantina tersebut. Seperti masker, makanan dan sampah-sampah lainnya yang sebelumnya dipakai atau digunakan oleh pasien positif Covid-19.

Limbah B3 yang diambil dari tempat karantina dan isolasi tersebut kemudian dibawa dengan box khusus ke PT Semen Padang untuk dibakar. “Limbah B3 itu kita jemput 2 kali dalam satu minggu pada hari Senin dan Kamis dan kemudian dibawa ke PT. Semen Padang untuk dibakar,” ujarnya. (eri/a)