Masih Kumpul-Kumpul di Sejumlah Titik, 25 Remaja Diamankan

Petugas Satpol mendata remaja yang diamankan di sejumlah titik di Kota Padang, kemarin. (IST)

Meski telah diterapkan jam malam dan physical distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19), masih saja ada masyarakat yang membandel dan tetap berkumpul di keramaian.

Hal itu dibuktikan dari patroli rutin yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Padang. Mereka mengamankan 25 remaja yang sedang keluyuran di sejumlah lokasi, Minggu (5/4) dinihari.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Alfiadi mengatakan, ke-25 remaja tersebut diamankan di beberapa lokasi di Kota Padang.
“Karena tidak mengindahkan instruksi Wali Kota tentang penerapan physical distancing, maka seluruh remaja diamankan ke Mako Satpol PP,” ujarnya.

Ke-25 remaja tersebut terdiri dari 19 orang laki-laki dan 6 orang perempuan usia mereka rata-rata masih di bawah umur. Mereka kedapatan berkumpul-kumpul dan melanggar instruksi dari Pemko Padang.

Alfiadi menambahkan, dalam patroli rutin tersebut, Satpol PP Kota Padang juga dibantu oleh pihak kepolisian. “Delapan dari 25 orang remaja yang di Mako Satpol PP itu diamankan oleh petugas kepolisian dan diserahkan ke kita,” tuturnya.

Di Mako Satpol PP, selain dilakukan pendataan, para remaja tersebut juga diberikan arahan dan pencerahan apa yang telah mereka lakukan tersebut salah.

“Delapan dari 25 remaja yang diamankan itu, dibawa ke Lembaga Pembinaan Sosial Kasih Ibu di Airdingin Kototangah milik Dinsos Kota Padang,” tukasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memanggil orangtua para remaja itu untuk diperlihatkan bagaimana perilaku anak-anak mereka yang keluyuran sampai tengah malam dan melanggar instruksi wali kota Padang tentang pembatasan jam malam dan physical distancing.

“Kita minta orangtua intens mengawasi anak-anaknya, jangan sampai kelakuan mereka menganggu ketertiban. Jika di kemudian hari kembali mengulangi lagi perbuatannya, maka Satpol PP akan lakukan proses hukum terhadap orangtua,” tegasnya.

Dia menjelaskan, sejak keluarnya Instruksi Wali Kota Padang tentang penerapan physical distancing sebagai pencegahan penyebaran Covid-19, Satpol PP Kota Padang rutin menggelar patroli yang dilakukan di setiap sudut Kota Padang. “Kita telah mulai menurunkan personel setiap malam guna mengimbau masyarakat agar ikut serta melaksanakan physical distancing dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ungkapnya.

Personel Satpol PP yang diturunkan dibagi per wilayah yang dianggap rawan terjadinya aktivitas berkumpul-kumpul seperti kafe, tempat sewa play station, warnet, dan lainnya.

Selain itu, pihaknya juga rutin mengimbau kepada seluruh orangtua agar selalu mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Ia mengharapkan peran serta orangtua dalam mengontrol segala aktivitas mereka sehingga apa yang dilakukan lebih terarah. “Apalagi saat ini semua kita lagi berperang melawan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran Polresta Padang juga tak henti-hentinya melakukan patroli untuk mencegah penyebaran virus korona di Kota padang. Minggu dinihari (5/4), Polresta Padang mengamankan sebanyak 10 orang pelajar yang sedang balapan liar.

Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan menjelaskan, patroli yang dilakukan tim gabungan Polresta Padang dan Polda Sumbar Sumbar ini menyasar seputaran wilayah hukum Polresta Padang.

Dalam patroli tersebut masih banyak ditemukan para remaja yang berkumpul dan melakukan balapan liar.

“Ada 10 pelaku balap liar yang berhasil kita amankan. Mereka kita bawa ke Polresta Padang untuk didata dan dibina. Sedangkan warga yang berkumpul kita suruh pulang,” ungkap Kapolresta. Penertiban ini dilakukan sesuai dengan maklumat Kapolri untuk mencegah penyebaran virus korona. (*)