Pasirjambak Sepi, Pedagang Tutup Lapak

Objek wisata Pantai Pasirjambak terlihat sepi dari aktifitas, Minggu (5/4). Biasanya setiap weekend lokasi ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. (Randi - Padek)

Sejumlah pedagang objek wisata Pantai Pasirjambak memilih untuk menutup lapak dagangan mereka. Hal itu disebabkan sepinya pengunjung akibat wabah virus korona atau Covid-19.

Pantauan Padang Ekspres, Minggu, (5/4), sejak pukul 12.00, keadaan objek wisata Pantai Pasirjambak terlihat sepi dari hiruk pikuk pengunjung dan para wisatawan. Terlebih, lapak dagangan dan ratusan gazebo sepanjang bibir pantai hampir tak terjamah pengunjung karena banyak yang tutup.

Pedagang objek wisata Pantai Pasirjambak, Fakhrur Rozi, 24, mengatakan, sejak pemerintah mengeluarkan aturan social distancing atau physical distancing dan mengimbau masyarakat tetap di rumah, membuat lapak sepi pengunjung.

“Sangat terkena imbas, biasanya waktu weekend seperti hari minggu ini (kemarin, red) selalu ramai, tapi sekarang ini tak ada pengunjung yang datang. Otomatis tak ada pendapatan,” kata Fakhrur Rozi kepada Padang Ekspres, kemarin.

Dia mengatakan, biasanya omzet didapatkan berjualan hari Senin-Jumat mencapai Rp 200-300 ribu dan Sabtu-Minggu mencapai Rp 1-1,5 juta. Kini, sejak sepekan belakangan tak ada jual beli sama sekali karena dampak virus korona.

“Untuk itu, saya memutuskan untuk menutup lapak. Sesuai juga dengan imbauan pemerintah mengantisipasi virus korona. Dimana kami sejumlah para pedagang berinisiatif menutup objek wisata Pantai Pasirjambak supaya penyebaran Covid-19 secepatnya terselesaikan,” katanya.

Dia menuturkan, tidak bisa mencari alternatif kerja yang lain lantaran menurutnya pekerjaan lain juga terdampak akibat wabah virus korona. “Mau kerja yang yang lain ya tetap sama, juga akan ikut terdampak. Kalau cari kerja yang bagus itu pun belum nampak,” kata Fakhrur Rozi.

Ia berharap kondisi seperti ini bisa segera berlalu. Dan pemerintah dapat segera menyalurkan bantuan kepada warga yang ekonomi menengah ke bawah ini.

Kondisi serupa juga dialami pedagang objek wisata Pantai Pasirjambak lainnya, Julira, 32. Ia mengatakan penutupan lapak para pedagang itu merupakan upaya kehati-hatian guna menangkal penyebaran virus korona.

“Para pedagang objek wisata Pantai Pasirjambak berinisiatif untuk berdiam di rumah sesuai anjuran pemerintah dalam menghadapi wabah Covid-19,” katanya.

Dengan tidak berjualan maka pendapatannya tidak mengalir. Pasalnya, dia hanya mengandalkan aktivitas dari berdagang untuk mencukupi kebutuhan.

“Dari segi ekonomi jelas tidak ada pendapatan, kalau jualan juga tidak akan laku karena pengunjung atau wisatawan juga tidak ada yang ingin berkunjung,” ujar Julira.

Dia mengungkapkan, kondisi seperti ini tidak dapat dipastikan akan berlangsung sampai kapan. “Pedagang sama sekali tidak bisa apa-apa dan belum pernah terjadi sebelumnya seperti ini. Nasib kita juga masih belum jelas. Harapan kami, supaya pemerintah dapat mencari jalan keluar untuk membantu para pedagang dan ada upaya antisipasi untuk menghambat Covid-19 ini,” tukasnya. (*)