Tiap Jiwa Dapat 9 Kg Beras per Bulan, Minggu Ini Bantuan Dibagikan

Kepala Bappeda Kota Padang, Medi Iswandi memberikan penjelasan pada wartawan di Media Center Balaikota Padang. (JPG)

Pemko Padang masih melakukan pendataan warga yang terdampak virus korona (Covid-19), untuk diberikan bantuan stimulus jejaring pengaman sosial.

Kepala Badan Perencana dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, Medi Iswandi kepada Padang Ekspres mengatakan, saat ini baru enam kecamatan yang telah rampung dan dinyatakan valid datanya. Sisanya masih proses validasi di lapangan.

“Data final dari enam kecamatan itu ada sekitar 348.000 jiwa yang terdampak Covid-19. Dari jumlah tersebut, anggaran yang akan digelontorkan hampir Rp 28,3 miliar per bulan,” katanya, kemarin (5/4).

Sedangkan data dari lima kecamatan sisanya telah masuk ke Bappeda Kota Padang, namun masih belum valid dan masih dilakukan proses validasi di lapangan.

“Saat ini RT dan RW di lima kecataman itu sedang mendata dan memang hari ini (kemarin, red) paling lambat data yang valid itu kami minta masuk,” imbuhnya.

Medi memperkirakan, total warga di 11 kecamatan yang terdampak Covid-19 dan akan diberikan stimulus jejaring pengamanan sosial sekitar 400 ribu jiwa atau 40 persen dari jumlah penduduk Kota Padang.

“Bantuan yang akan diberikan baru beras. Beratnya sesuai instruksi dari Gubernur yakni 300 gram per jiwa per hari atau sekitar 9 kilogram beras per bulan. Sementara untuk kebutuhan pendukung lainnya seperti telur, mi, dan sarden kaleng, sedang dihitung jumlahnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, sesuai dengan instruksi wali kota Padang, bantuan stimulus jejaring pengaman sosial tersebut ditargetkan bakal disalurkan dalam minggu ini.

“Kalau sudah selesai pendataaan, Dinas Pangan berkoordinasi dengan Bulog akan segera mendistribusikan bantuan stimulus jejaring pengaman sosial itu,” tukas Medi. (*)