263 Mahasiswa Unitas Padang Ikuti KKN, Diminta Gali Potensi Nagari

14
PEMBEKALAN: Ketua KKN Unitas Padang Afrijon bersama Ketua BPPTTS Padang Irwandi Yusuf dan Pemateri Teknis KKN Joni Zulhendra hadir dalam pembekalan mahasiswa KKN.(IST)

Rektor Universitas Taman Siswa (Unitas) Padang Sepris Yonaldi melepas secara resmi 263 mahasiswanya mengikuti KKN 2021, Senin (5/7). Mahasiswa yang mengikuti KKN Tematik ini disebar di 15 lokasi di berbagai daerah di Sumbar. Mahasiswa ini akan membantu masyarakat sekitar tempat KKN menggali potensi daerah tersebut.

Sebelumnya, Sabtu (3/7) mahasiswa KKN ini juga telah dibekali dengan materi dan teknis pelaksanaan. Proses pembekalan dan pelepasan mahasiswa ini dilakukan secara daring.
Sepris menyampaikan mahasiswa mesti segera beradaptasi dengan lingkungan KKN.

Berbaur dengan masyarakat dan menjalin komunikasi dengan baik. Sepris yang juga menjadi pemateri dalam pembekalan, menyebutkan KKN tematik yang dilakukan Unitas Padang ini dalam upaya menggali potensi daerah tempat KKN. Untuk itu, tema yang diangkat oleh mahasiswa disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar.

Selain itu juga menyesuaikan dengan SDM disana. “Sosialisasi dulu dengan tokoh masyarakat dan perangkat nagari atau kelurahan disana. Lalu petakan potensi dan data persoalan. Setelah itu, carikan solusi dengan tujuan peningkatan menjadi lebih baik,” kata Sepris.


KKN ini merupakan perkuliahan juga. Ada 4 SKS dalam proses KKN ini. Selain itu, ini kesempatan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang didapatkan diperkuliahan. Di sisi lain, serap juga pengalaman dari masyarakat sekitar sehingga mahasiswa KKN bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman juga.

Tak kalah penting, mahasiswa juga diminta mempromosikan kampus Unitas Padang. Pasalnya Unitas Padang masuk dalam 10 besar universitas terbaik. Selain itu juga menyampaikan prodi-prodi yang ada di kampus. Unitas Padang juga memberikan kesempatan pada mahasiswanya mendapatkan berbagai bentuk beasiswa. “Kampus kita juga dipromosikan. Akreditasi saat ini adalah B,” katanya.

Sepris menekankan agar peserta KKN menerapkan prokes dengan baik.
Ketua KKN 2021 Unitas Padang Afrijon menyebutkan penyebaran mahasiswa ada di 15 lokasi meliputi Padang, Mentawai, Dharmasraya, Sijunjung, Pessel, Solsel, Pasaman, Pasbar, Padangpariaman, dan Kabupaten Solok. Konsep yang “ditinggalkan” mahasiwa nantinya bisa berupa fisik ataupun nonfisik. Misalnya mengubah pola pikir masyarakat sekitar menjadi lebih baik. Atau program kegiatan fisik bisa dilakukan.

Baca Juga:  35.912 Warga Terima BST dan Beras, Penyaluran Rampung Akhir Juli

Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Taman Siswa (BPPTTS) Padang Irwandi Yusuf menyebutkan mahasiswa jangan menggurui masyarakat sekitar. Namun berdampingan dan berkolaborasi dalam memajukan potensi sekitar. Jika ada perbedaan pendapat mahasiswa dengan masyarakat sekitar, sikapi dengan bijak. “Jangan bermain. Namun ini adalah kuliah,” katanya.

Irwandi menyebutkan, mahasiswa bisa membuat satu produk, tapi yang termanfaatkan oleh masyarakat sekitar.”Bantu gali potensi yang ada. Misal sektor pertanian atau perkebunan. Kedatangan kita membuat hasil yang lebih baik,” katanya.

Di sisi lain, pemateri dalam pembekalan KKN Unitas Padang Vera Irawati yang juga Kabag Kerjasama dan Pembangunan Kawasan Perdesaan Dinas PMD Sumbar menekankan pada strategi pemberdayaan masyarakat. Vera menyampaikan pemberdayaan ini bisa dari sektor ekonomi, hukum, politik, dan lainnya. Dia berpesan pada mahasiswa untuk bisa menggandeng lembaga yang ada di daerah tersebut.

Misalnya lembaga sosial, kepemudaan, termasuk pemerintahan nagari. “Peningkatan pemberdayaan menjadi tujuan dalam pelaksanaan KKN. Semua unsur harus diajak dan dilibatkan di daerah tersebut,” katanya.

Pemateri lainnya, Joni Zulhendra yang membahas teknis KKN menyampaikan 7 program pokok KKN diera new normal. Yakni meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu sesuai protokol kesehatan dalam berkegiatan. Memberikan sosialisasi hidup sehat dan makanan bergizi di masa pandemi, pembuatan dan distribusi alat pencegahan Covid-19.

Memberikan sosialisasi tentang pentingnya vaksinasi Covid-9. Perencanaan dan penggalian risiko keuangan di masa new normal. Kegiatan yang relevan sesuai dengan keilmuan masing-masing, serta program promosi penerimaan mahasiwa baru. KKN ini direncanakan hingga 13 Agustus. (eko)