Manunggal BBGRM di Lubuk Minturun, Buka Jalan Baru Sepanjang 2,5 Km

6
BERSEMANGAT: Warga Kelurahan Lubuk Minturun gotong royong mengerjakan program manunggal BBGRM tahun 2021. (IST)

Program Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2021 yang dilaksanakan
di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Kototangah
berhasil membuka jalan baru sepanjang 2,5 Km, yang bisa menghubungkan jalan Sungailareh ke Pemandian Lori. Seperti apa?

PEMBUKAAN jalan baru menjadi salah satu pilihan terbaik yang dilakukan oleh Kelurahan Lubuk Minturun dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Serta juga bisa memperlancar akses perkebunan maupun sentra pertanian masyarakat.

Lurah Lubuk Minturun, Junaidi mengatakan dalam program manunggal BBGRM tahun 2021 ini menitikberatkan pembukaan jalan baru sesuai dari usulan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

“Jadi sebelumnya pada tahun 2020 sudah dilaksanakan pada kegiatan musrenbang. Kita rangkum usulan warga, maka terealisasi lah jalan baru di Kelurahan Lubuk Minturun ini,” kata Junaidi kepada Padang Ekspres, Senin (5/7).


Ia menjelaskan, pembukaan jalan baru tersebut merupakan keinginan warga Kelurahan Lubuk Minturun yang sebagian besarnya berprofesi sebagai petani. “Pembukaan akses jalan baru ini, tentu sangat berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Pasalnya, warga menjadi lebih mudah jika ingin membawa hasil perkebunan,” ujarnya.

Selain itu, katanya terlebih jalan baru itu bisa memudahkan mereka melakukan aktivitas menanam, meningkatkan produksi hasil kebun, sekaligus memasarkan hasil pertanian dan perkebunan.

“Salah satu faktornya, karena terkendala dengan akses jalan yang dilalui ke sentra maupun lahan perkebunan sangat sempit dan terjal,” ungkap Junaidi.

Ia menyampaikan dalam pembukaan jalan baru tersebut masing-masing dari mereka menyerahkan tanahnya untuk membuka jalan baru dan dapat lah tanah itu sepanjang lebih kurang 2,5 Km.

“Dengan mendapatkan hibah tanah tersebut maka di Kelurahan Lubuk Minturun program manunggal BBGRM nya dimulai dari pembukaan jalan baru sepanjang 2,5 Km. Menghubungkan jalan Sungailareh, tepatnya di SMPN 32 Padang menuju Pemandian Lori,” jelasnya.

Dengan adanya jalan baru itu, lanjutnya, sangat terasa manfaatnya untuk warga setempat. Terlebih kendaraan roda 2 dan 4 sudah bisa menuju ke lokasi perkebunan tersebut.
“Kehadiran akses jalan baru ini semuanya lebih bisa gampang, masyarakat sudah bisa membawa hasil perkebunan mereka seperti durian, karet dan juga manggis,” tegasnya.

Untuk kegiatan program manunggal BBGRM ini, lanjut Junaidi Pemko Padang hanya menggelontorkan dana sebesar Rp 35 juta untuk Kelurahan Lubuk Minturun.
“Kegiatan manunggal BBGRM ini dilakukan pengerjaannya dalam bentuk penimbunan dan pemasangan batu koral sepanjang 170 meter di jalan baru tersebut,” paparnya.

Menurutnya swadaya masyarakat yang dilakukan dalam pembukaan jalan baru itu sangat tinggi. Mulai dari swadaya dalam bentuk uang, tenaga, konsumsi, sarana dan prasarana serta bantuan lainnya.

“Antara komponen yang ada di Kelurahan Lubuk Minturun baik dari pemerintah kelurahan, RT dan RW ada sinergitasnya untuk mensukseskan program manunggal BBGRM tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pedestrian di Los Ikan Purus Mulai Dibangun

Selanjutnya, kata Junaidi selain dari program manunggal BBGRM tahun 2021 di Kelurahan Lubuk Minturun juga ada melakukan kegiatan program fasilitas lingkungan (fasling).
“Program fasling ini dilakukan dalam bentuk pembuatan betonisasi atau pembetonan jalan di RT 04/RW 10 sepanjang 60 meter, lebar 3 meter dan tinggi 12 centimeter serta juga dilakukan RT 02/RW 09,” sebutnya.

Untuk program fasling, sistemnya juga sama seperti program manunggal BBGRM. Stimulus yang diberikan Pemko Padang sebesar Rp 50 juta. “Sehingga masing-masing Rp 25 juta. Jadi sistemnya sama dengan manunggal. Kita akan pancing Rp 25 juta lalu ditambah dengan swadaya masyarakat,” tutur Junaidi.

Selanjutnya pembuatan infrastruktur dalam bentuk betonisasi jalan juga dilakukan di Kelurahan Lubukminturun, berlokasi di RT 02/RW 10 dengan panjang mencapai 250 meter bersumber dari dana kecamatan.

Sementara itu, program pembinaan kepada UMKM juga akan dilakukan di Kelurahan Lubuk Minturun. “Kami akan meningkatkan ekonomi UMKM di Kelurahan Lubuk Minturun. Dalam hal ini telah dilakukannya pelatihan dan pengembangan usaha oleh Universitas Dharma Andalas setiap tahunnya,” ujar Junaidi.

Dari berbagai macam jenis UMKM yang tersebar di Kelurahan Lubuk Minturun tentunya sangat berpotensi untuk dikembangkan, seperti bergerak dalam pembibitan dan penjualan bunga, ikan, kue kering, kerupuk dan lain-lain.

“Kami juga ingin memfasilitasi dan memasarkan hasil usaha mereka dengan bantuan dinas-dinas terkait. Misalnya Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Pangan serta instansi-instansi yang lain,” tuturnya.

Tak hanya itu, lanjut Junaidi di bidang pariwisata untuk Kelurahan Lubuk Minturun juga mempunyai potensi dilakukan program prioritas. Karena terdapat Pemandian Lori yakni tempat wisata menjanjikan dengan alamnya yang sangat indah.

“Untuk pariwisata juga akan dikembangkan potensinya di kawasan Lubuk Minturun terutama di Pemandian Lori akan dibuatkan tempat duduk lesehan supaya pengunjung bisa terkoordinir dan juga sistem parkirnya juga diperbaiki. Ini semua dilakukan agar pengunjung nyaman datang ke Pemandian Lori tersebut,” tandasnya.

Ia berharap dengan berbagai aspek program yang dilakukan oleh Kelurahan Lubukminturun khususnya program BBGRM tahun 2021 ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar serta bisa dijaga secara bersama-sama supaya pemanfaatan jalan ini bisa maksimal.

Selanjutnya untuk sarana dan prasarana yang telah dibangun, agar bisa ekonomi masyarakat setempat meningkat dan dapat menurunkan kesenjangan sosial.
“Masyarakat akan bisa mendapatkan akses yang lebih baik dari sebelumnya, terutama penyaluran hasil perkebunan dan juga dengan hadirnya akses jalan baru ini tanah masyarakat yang tidak berfungsi bakal bisa dilirik dengan harga yang ekonomis. Tentunya taksiran harga tanah yang bisa meningkat atau tinggi,” pungkasnya. (***)