Tangkapan Berkurang, Harga Ikan Naik

12
RANDI/PADEK MENATA DAGANGAN: Seorang pedagang di los ikan Pantai Purus Padang menyusun ikan yang akan dijualnya, Senin (5/7).

Cuaca buruk dan ombak besar sejak pagi hari kemarin, membuat sebagian nelayan di Pantai Purus Padang memilih untuk tidak melaut. Selain berisiko terhadap keselamatan mereka, hasil tangkapan ikan juga tidak akan sesuai dengan harapan.

Pantauan Padang Ekspres, Senin (5/7) di sepanjang Pantai Purus Padang banyak perahu nelayan yang terpaksa parkir di tepi pantai. Mereka tampak memperbaiki perahu dan peralatan melaut. Hal ini disebabkan hujan yang mengguyur Kota Padang sejak pagi hari sampai siangnya.

Salah seorang nelayan Pantai Purus Padang, Masrianto, 38, mengatakan, sengaja tidak melaut karena cuaca hujan yang tidak henti-hentinya dari pagi hingga siang. Kalaupun hujan reda, hanya sebentar setelah itu hujan lagi.

“Jika dipaksakan untuk melaut, penghasilan juga sedikit, berbeda dengan cuaca baik. Padahal sekali melaut, bisa menghabiskan Rp 75 ribu untuk bahan bakar saja, belum lagi tenaga dan waktu yang dikorbankan saat melaut,” ujarnya.


Untuk mengisi kekosongan waktu tidak melaut, imbuh Masrianto, para nelayan lebih memilih untuk beristirahat sambil menunggu cuaca kembali normal. “Seperti hari ini saya memilih untuk beristirahat, cuacanya memang sedang kurang bagus untuk melaut daripada kenapa-kenapa mending tidak pergi saja,” jelasnya.

Ia juga mengakui, cuaca buruk dan ombak besar sering para nelayan mengalami kerugian seperti saat ini, apalagi penghasilan harus dibagi rata dalam sekali melautnya. “Kalau kami di Pantai Purus Padang ini kebanyakan berkelompok melautnya. Sehingga untuk mengisi kekosongan bisa memanfaatkan waktu untuk memperbaiki perahu dan peralatan melaut yang rusak,” bebernya.

Hal senada juga diutarakan nelayan Pantai Purus Padang lainnya, Muhammad Yusuf, 59. Ia menyebutkan, tidak melakukan aktivitas melaut karena cuaca buruk dan ombak besar yang terjadi sejak pagi hari. “Kalau dipaksakan melaut hanya percuma saja, bisa dipastikan ikan di laut ketika cuaca buruk sangat susah untuk dicari, soalnya ikan tidak tampak,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, cuaca yang tidak bersahabat ini jika dipaksakan melaut membuat dirinya waswas untuk berada di tengah laut dan takut mengalami risiko yang cukup besar.
“Saya takut kalau melaut ketika cuaca buruk dan ombak besar ini, bisa membalikkan perahu. Dari pada nekat menantang bahaya dan berisiko keselamatan, mending istirahat saja atau memilih memperbaiki peralatan melaut,” tandasnya.

Ia berharap cuaca segera normal kembali agar nelayan bisa beraktivitas seperti sedia kala dan tidak terganggu lagi dengan cuaca buruk dan ombak besar di tengah laut.
“Kalau cuaca tidak memadai nelayan tidak akan pergi melaut karena tidak bisa ditempuh dengan perahu, dimana rata-rata nelayan disini memakai alat tangkap pancing, pukat dan payang,” tuturnya.

Baca Juga:  "Pria Trotoar" Tiba di Padang, Andre Rosiade Bakal Modali Ujang

Dampak cuaca buruk dan ombak besar juga menyebabkan berkurangnya pasokan jenis ikan laut di pasaran, yang berdampak pada naiknya harga ikan segar di los ikan Pantai Purus Padang.

Pedagang los ikan Pantai Purus Padang, Andi, 40 mengatakan berkurangnya pasokan ikan tidak hanya dirasakan dirinya tapi juga pedagang ikan yang lain. Karena, mayoritas pedagang mengambil ikan dari nelayan sekitar Pantai Purus Padang.

“Harga jual beberapa jenis ikan segar memang naik beberapa hari belakangan ini akibat cuaca buruk. Selain itu, pasokan ikan juga berkurang dari nelayan sekitar,” sebutnya.
Andi menjelaskan, kenaikan harga tidak saja terjadi pada jenis ikan segar yang di jual di pasaran yakni ikan gambolo dan ikan taneman.

“Harga ikan gambolo itu biasanya Rp 60 ribu per kilogram sekarang Rp 70 ribu per kilogram dan taneman biasanya Rp 70 ribu per kilogram, kini dijual Rp 100 ribu per kilogram,” paparnya.

Hal senada juga diutarakan di pedagang los ikan Pantai Purus Padang lainnya, Ranggi Yoga Pratama, 26. Ia mengaku terjadi penurunan pasokan ikan sejak sepekan belakangan.
“Biasanya kalau hari biasa stok ikan yang datang ke los itu mencapai 60 kilogram dengan berbagai macam jenisnya, sekarang hanya 20 kilogram saja,” tuturnya.

Ia menjelaskan, cuaca buruk dan ombak besar mengakibatkan banyak nelayan enggan untuk melaut sehingga tangkapan ikan pun berkurang dan harganya sampai sekarang cenderung naik.

“Jika cuaca buruk dan ombak besar kebanyakan nelayan libur melaut, maka rata-rata pasokan ikan akan berkurang dan harganya akan naik,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pembeli ikan di Pantai Purus Padang, Farida 43 mengaku dirinya lebih suka mengkonsumsi ikan dari pada lauk pauk lainnya, walaupun harga ikan yang di jual saat ini terjadi kenaikan.

“Kalau saya lebih suka membeli ikan dari lauk pauk lainnya, walaupun harganya sedikit naik, tetapi setiap ikan memiliki khasiat yang tinggi untuk keluarga,” pungkasnya. (ran)