Pemko Dapat Pinjaman Dana PEN Rp 57 M, Untuk Kebut Pembangunan RKB

30
Wali Kota Padang Hendri Septa.(IST)

Pemerintah Kota Padang mendapatkan dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) daerah sebesar Rp 57,662 miliar dari Kementerian Keuangan RI melalui PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, dana pinjaman tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan 109 ruang kelas baru (RKB) SD dan SMP di Kota Padang.

“Pada tanggal 31 Mei 2021 lalu, kita telah mengajukan permohonan pinjaman PEN senilai Rp57,662 miliar untuk pembangunan 109 RKB dengan tenor 5 tahun dan suku bunga 5,66 persen,” ujar Hendri Septa, kemarin.

Ia menjelaskan, Pemko Padang memanfaatkan fasilitas Pemerintah Pusat dengan mengajukan pinjaman PEN daerah untuk percepatan pembangunan RKB.

Untuk mengajukan pinjaman PEN daerah ini Pemko Padang telah memenuhi kriteria persyaratannya yakni merupakan daerah yang terdampak Covid-19.

Memiliki program/kegiatan pemulihan ekonomi daerah yang mendukung program PEN.
Jumlah sisa pinjaman daerah ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75% dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya.

Serta memenuhi nilai rasio kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman daerah paling sedikit sebesar 2,5. Di samping itu, pinjaman PEN ini juga memberikan kemudahan persyaratan dibandingkan dengan pinjaman regular.

Baca Juga:  Enam Pendaftar Calon Sekdako Padang Lulus Seleksi Administrasi

Yaitu jangka waktu diberikan maksimal sampai dengan 8 tahun, tidak dibatasi oleh masa jabatan kepala daerah, suku bunga yang cukup rendah yang ditetapkan dengan keputusan menteri keuangan, dapat dilaksanakan dengan sistem tahun jamak, namun harus dimulai pelaksanaannya sejak tahun 2021.

Pendanaan pinjaman PEN ini diberikan melalui dua sumber yaitu dari APBN Kementerian Keuangan RI dan dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Hendri Septa menyebut, surat pemberitahuan pinjaman PEN daerah ini juga telah disampaikan kepada DPRD Kota Padang pada tanggal 31 Mei 2021.

Sementara itu, terkait pembangunan RKB tersebut, sesuai time schedule yang dibuat, pembangunan konstruksi fisik ruang kelas baru beserta pengadaan mobilernya direncanakan akan dilaksanakan melalui 2 tahun anggaran. Yakni mulai bulan september tahun 2021 ini sampai dengan bulan Juni tahun 2022.

“Pembangunan RKB ini merupakan janji kita kepada masyarakat. Kita akan membangun 500 RKB hingga masa jabatan wali kota berakhir tahun 2024 mendatang. Semoga dengan pembangunan RKB ini, proses belajar mengajar bisa kita laksanakan satu shift,” jelas Hendri Septa. (eri)