6 Kelurahan Bebas dari Covid-19, Plt Wako Minta Dukungan Semua Pihak

20
ilustrasi. (net)

Semua kecamatan dan 94 kelurahan di Kota Padang telah terjangkit Covid-19. Hanya 6 kelurahan saja yang sudah bebas dari Covid-19 atau tidak ada lagi kasus konfirmasi Covid-19. Sementara 4 kelurahan lagi belum ada kasus Covid-19.

Beranjak dari kondisi itu, Plt Wali Kota Padang Hendri Septa menyerukan kepada semua pihak dan masyarakat untuk mendukung upaya percepatan penanganan dan pengendalian Covid-19 di Kota Padang.

Menurut data Dinas Kesehatan per 4 Oktober 2020, saat ini total kasus positif Covid-19 di Kota Padang mencapai 3.470 kasus. Dengan total kasus sembuh 2.135 kasus dan 78 kasus meninggal dunia.

Adapun enam kelurahan yang sudah bebas kasus Covid-19 itu adalah Tanjungsaba Pitameh, Alanglaweh, Bungus Timur, Gates Nan XX, Teluk Bayur dan Tanjungaua. Diharapkan, penyebaran Covid-19 dapat terus ditekan dan Kota Padang bisa kembali menuju zona hijau sesegera mungkin.

Plt Wako Hendri Septa mengatakan Pemko Padang mengharapkan dukungan semua pihak dan seluruh warga Kota Padang dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 ini. “Ini semua demi kita juga, hampir 8 bulan kita hidup di tengah bencana wabah ini dan entah sampai kapan berakhirnya,” kata Hendri Septa, kemarin.

Maka dari itu, Plt Wako berharap jika masyarakat dan semua pihak disiplin mengikuti aturan protokol kesehatan, maka diyakini dari hari ke hari kasus Covid-19 dapat ditekan.
“Namun sebaliknya entah sampai kapan kita akan terbebas dari virus yang belum ditemukan vaksinnya ini. Oleh karena itu, kepada para ASN dan terutama lurah selaku garda terdepan Pemko di masyarakat, mari kita satukan tekad untuk sama-sama berupaya dan menjadi agen dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 di kota yang kita cintai ini,” imbaunya.

Baca Juga:  171 Orang Sembuh, Warga Diimbau Tetap Konsisten Protokol Kesehatan

Hendri Septa mengatakan, Pemko telah menyampaikan Ranperda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ke DPRD Padang. Adanya Perda AKB ini tentu akan semakin memperkuat upaya Pemko dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Padang. Dimana di dalamnya ada poin penekanan sanksi bagi pelanggar aturan protokol kesehatan.

“Jadi jangan sampai kita yang kena, maka itu patuhilah protokol di tengah kehidupan saat ini. Tentunya dengan senantiasa memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan meningkatkan imun tubuh,” tutur Hendri.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang Azwar Siry mengatakan, kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat dalam memakai masker dapat mencegah dan menekan angka penularan Covid-19.

Namun, hal itu belum sepenuhnya dijalankan oleh masyarakat, karena masih ada sebagian masyarakat yang tidak memakai masker saat keluar rumah. “Kita banyak melihat, mereka membawa masker, namun tidak dipakai dan disimpan saja di dalam saku atau di dalam tas,” ujar Azwar Siry.

Oleh karena itu, Azwar Siry mengimbau kepada masyarakat agar menjadikan masker sebagai bagian dari kehidupan mereka. “Penularan Covid-19 tidak melalui kulit, tapi lewat droplet, karena itu penting bagi kita melindungi diri dengan memakai masker agar tidak tertular,” tuturnya.

Ini betul-betul harus dipahami oleh masyarakat, bagaimana mereka sadar sehingga menjadikan kebiasaan memakai masker menjadi kebutuhan dalam hidupnya.
Dia berharap, sosialisasi terhadap protokol kesehatan harus terus dilakukan sehingga memakai masker bisa membudaya di tengah-tengah masyarakat. “Semoga dengan sosialisasi yang masif bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya memakai masker,” tuturnya. (eri)