Suami Siram Istri dengan Air Keras

76
ilustrasi. (jawapos.com)

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menimpa seorang wanita di Padang. Elda Yurianti, 27, warga Sungailareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Kototangah disiram air keras oleh suaminya sendiri.

Tak terima dengan perlakuan itu, dia mendatangi Polresta Padang untuk melaporkan kasus penyiraman air keras tersebut, kemarin (5/11). Menurutnya, kejadian penyiraman itu terjadi sekitar pukul 03.30, Kamis (5/11). Saat itu dirinya masih dalam keadaan tidur.
Akibat dari penyiraman air keras itu, separuh wajah di bagian kanan, bahu serta lengannya melepuh.

Dikatakannya lagi, kejadian itu dipicu karena sang suami cemburu kepada dirinya, karena selalu pergi mengantarkan pesanan konsumen. Karena diakuinya, ia memang berjualan pakaian memanfaatkan media sosial. Diduga karena sering bermain media sosial Tik Tok membuat suaminya cemburu dan kalap mata sehingga terjadi penyiraman dengan air keras.

“Saya sudah sering diancam mau bunuh dan lainnya. Setelah menyiram, dia langsung pergi dengan sepeda motor membawa satu anak kami dan satu lagi di tinggal. Saat ini saya tidak mengetahui di mana keberadaannya. Ia juga membawa uang, surat nikah dan surat-surat lainnya. Nomor teleponnya juga tidak lagi aktif saat dihubungi,” katanya.

Baca Juga:  Pemberkasan Kasus Dugaan Pemukulan Anggota Brimob Dikebut

“Iya, saya disiram dengan air keras ketika sedang tidur oleh suami saya. Mungkin dia cemburu dengan saya karena memang dia orangnya suka cemburuan,” ujarnya mengakui perbuatan suaminya itu saat ditemui di Mapolresta Padang.

Dia menceritakan, kalau dirinya telah hidup bersama suaminya selama 8 tahun dan dikarunia dua orang anak. Sebelumnya, mereka tinggal di kawasan Alanglaweh dan selanjutnya pindah mengontrak rumah di kawasan Sungailareh.

“Dulu suami saya itu sehari-hari bekerja berjualan ikan yang diambil dari Pasar Gaung. Namun, satu bulan ini tidak lagi berjualan ikan dengan alasan tidak ada ikan untuk dijual. Sehingga, saat ini, saya lah yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk biaya rokok suami,” sebutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda mengatakan, korban telah melaporkan kejadian yang menimpanya dengan laporan Nomor STTLP/595/B1/XI/2020/Resta SPKT Unit II, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

“Laporan itu sedang ditangani oleh SPKT Unit II, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Selanjutnya dilakukan pengumpulan barang bukti dugaan penyiraman air keras serta dilakukan pencarian terhadap pelaku,” ungkap Kompol Rico. (err)