Cuaca Buruk, Nelayan Purus Enggan Melaut

Seorang nelayan sedang memperbaiki rumah kemudi perahu di Pantai Purus Padang, Senin, (6/4). (Randi - Padek)

Cuaca buruk dan ombak besar yang terjadi sejak pagi hari (Senin, red) membuat sebagian besar nelayan di Pantai Purus Padang memilih untuk tidak melaut. Selain berisiko terhadap keselamatan mereka, hasil tangkapan juga tidak akan sesuai dengan harapan.

Pantauan Padang Ekspres, Senin, (6/4) di Pantai Purus Padang, banyak perahu nelayan yang terpaksa parkir di tepi pantai. Mereka tampak memperbaiki peralatan melaut. Hal ini disebabkan hujan yang menguyur Kota Padang sejak pagi hari sampai siang.

Salah seorang nelayan Pantai Purus Padang, Nursyam Oyong, 57, mengatakan tidak melaut karena cuaca hujan yang tidak henti-hentinya dari pagi hingga siang. Kalaupun hujan reda, hanya sebentar setelah itu hujan lagi.

“Jika dipaksakan melaut, penghasilannya juga sedikit, berbeda saat cuaca baik. Padahal sekali melaut, bisa menghabiskan Rp 150 ribu untuk bahan bakar saja, belum lagi untuk bekal Rp 100 ribu dan juga tenaga serta waktu yang dikorbankan saat melaut,” ujar Nursyam Oyong yang juga Sekretaris Kelompok Nelayan Ombak Purus tersebut.

Untuk mengisi kekosongan waktu, para nelayan memanfaatkan untuk memperbaiki peralatan melaut. “Seperti ini saya dan nelayan lainnya memilih istirahat dan memperbaiki alat tangkap ikan yang sudah rusak,” sebutnya.

Di samping itu, ia menjelaskan bahwa hasil tangkapan sekarang ini jauh menurun drastis sekitar 75 persen dikarenakan cuaca buruk sepekan terakhir ini.

“Biasanya kalau melaut pergi jam 5 subuh pulangnya sudah sore palingan cuma membawa hasil tangkapan 1-2 kilogram saja. Itupun sering membawa hasil yang kosong. Biasanya kalau cuaca bagus bisa mencapai 10 kilogram,” terangnya.

Hal senada juga diutarakan nelayan Pantai Purus Padang lainnya, Asrianto, 49. Ia mengatakan tidak melakukan aktifitas melaut karena cuaca buruk dan ombak besar yang terjadi sejak pagi hari.

“Kalau dipaksakan melaut percuma saja, bisa dipastikan ikan di laut ketika cuaca buruk sangat susah untuk dicari, soalnya ikan tidak tampak dan juga perangkap ikan yang sebelumnya sudah dibuat sebagai tempat berkumpulnya ikan akan cepat hilang,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa cuaca yang tidak bersahabat ini jika dipaksakan melaut membuat dirinya was-was berada di tengah laut dan takut mengalami resiko yang cukup besar.

“Saya takut kalau melaut ketika cuaca buruk dan ombak besar ini, bisa membalikkan perahu. Dari pada nekat menantang bahaya dan berisiko keselamatan, mending diam diri di rumah saja ataupun memilih memperbaiki peralatan melaut,” ujarnya.

Untuk itu nelayan Pantai Purus Padang lebih memilih memanfaatkan waktu luang ketika tidak melaut dengan memperbaiki lukah, jaring dan bagian-bagian perahu yang sudah mengalami kerusakan. (*)