Dampak Korona, Bapenda Revisi PAD 2020

Al Amin, Kepala Bapenda Kota Padang. (Indra - Padek)

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang merevisi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020.

Hal itu menindaklanjuti adanya kebijakan pemberian stimulus berupa insentif kelonggaran pajak selama bulan April dan Mei kepada industri perhotelan, restoran, dan tempat hiburan di Kota Padang yang terdampak virus korona (Covid-19).

Kepala Bapenda Kota Padang Al Amin kepada Padang Ekspres, Senin (6/4) mengatakan, revisi target PAD tersebut telah diajukan dan disetujui Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.

“Sudah jelas direvisi, karena orang tidak membayar pajak. Jadi nanti akan kami ajukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk pengurangan target PAD tahun 2020 ini,” katanya.

Al Amin menambahkan, target PAD tahun 2020 khusus di Bapenda Kota Padang senilai Rp 654 miliar. Pihaknya, belum mengetahui angka pasti revisi PAD tersebut.

Pasalnya masing dirapatkan oleh tim TAPD. “Saya belum bisa memastikan berapa jadinya target PAD yang revisi. Yang jelas kami sudah konsultasi dan sudah dihitung juga sama tim ahli untuk melihat potensi yang bisa dikurangi, kemudian kita rapatkan dengan TAPD. Lalu yang menentukan revisi itu nanti setelah diekspos di depan TAPD,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan selama dua bulan itu, Pemko Padang sudah hilang PAD Rp 30 miliar. “Jika seandainya kondisi semakin parah dan kebijakan insentif pajak berlanjut, tentu PAD akan berkurang lagi,” ujarnya.

Selain pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan itu, kemungkinan PAD yang juga berpotensi tergerus seperti PBB yang jangka waktu pembayarannya per tahun. Setelah itu pajak mineral bukan logam, yang biasanya dilakukan oleh perusahaan. (*)