Di Kota Padang, Warga ke Luar Rumah tanpa Masker Didenda

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah. (foto: Dok. Diskominfo)

Setelah mengeluarkan instruksi pembatasan jam malam pukul 22.00-06.00, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah kembali mengeluarkan instruksi demi mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

Mulai Senin (6/4), wali kota dua periode itu menginstruksikan kewajiban memakai masker. Sesuai Instruksi Wali Kota Padang bernomor 870.176/BPBD-Pdg/IV/2020, bagi orang yang masuk ke Kota Padang atau warga yang ke luar rumah tanpa pakai masker akan didenda.

“Kita sudah terbitkan instruksi, terhitung 6 April 2020 ini, bagi yang keluar rumah tanpa mengenakan masker akan didenda,” tegas Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Senin (6/4).

Bagi masyarakat yang kedapatan ke luar rumah tanpa memakai masker, maka akan dikenakan denda berupa dua buah masker. “Satu untuk yang bersangkutan dan satu lagi diserahkan kepada masyarakat yang belum memiliki masker,” kata Mahyeldi.

Wali Kota Padang juga mewajibkan masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas atau berada di luar rumah untuk kepentingan mendesak, seperti membeli makanan, bahan pangan, berobat, dan untuk kepentingan sangat urgen.
Masyarakat yang berasal dari luar daerah yang akan memasuki Kota Padang diharuskan untuk memakai masker dan menjaga jarak aman selama berada di kendaraan.

“Diminta kepada pengurus RT dan RW mengingatkan masyarakat terkait bahaya Covid-19 dan manfaat menggunakan masker ketika berada di luar rumah, menjaga diri dan menjaga lingkungan,” tugasnya.

Pemerintah Kota Padang menganjurkan penggunaan masker yang terbuat dari kain minimal dua lapis dan dapat dicuci. Hal ini untuk menghindari kelangkaan masker.

Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa 90 persen penularan virus melalui mata, hidung dan mulut.

Droplet atau percikan cairan dari batuk dan bersin yang membawa virus tidak sengaja tersentuh oleh tangan yang kemudian mengusap mata, hidung dan mulut.

Oleh karena itu, menurut Wiku, pertahanan utama yang diperlukan adalah menggunakan masker kain tiga lapis dan sering mencuci tangan. Lalu, jaga jarak komunikasi minimal dua meter.

“Masker kain tiga lapis dapat menangkal virus hingga 70 persen. Masker harus menutupi hidung hingga dagu dan tidak longgar. Bisa dijahit manual atau dengan mesin. Harus dicuci secara rutin,” ingatnya.(esg)