Sidak di Pusat Perbelanjaan, Ditemukan Produk Makanan Kedaluwarsa

22
Tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap produk makanan dan minuman yang dijual di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Padang. (IST)

Sejumlah produk makanan dan minuman kedaluwarsa dan kemasannya yang rusak ditemukan di beberapa pusat perbelanjaan dan mal di Kota Padang. Temuan tersebut didapatkan setelah Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumbar, Dinkes Padang dan kepolisian dari Polda Sumbar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di mal di Kota Padang, kemarin (6/4).

Sidak yang dilakukan itu menyasar produk-produk makanan maupun minuman, barang-barang kebutuhan sehari-hari jelang Lebaran dan produk makanan yang dibungkus untuk dijadikan parcel.

Tim Sidak gabungan memprioritaskan produk makanan dan minuman yang kedaluwarsa serta kemasan yang telah rusak. Pantauan Padang Ekspres di salah satu mal, petugas menemukan beberapa minuman kaleng yang telah kedaluwarsa. Selain itu, beberapa produk minuman dan makanan juga ditemukan rusak sehingga tidak boleh diperjualbelikan kepada konsumen.

Selain mengawasi produk yang dipajang di dalam mal, tim gabungan juga memeriksa gudang penyimpanan produk-produk makanan dan minuman untuk melihat apakah produk yang disimpan itu masih layak untuk dijual atau sudah masuk waktu kedaluwarsa.

Kepala BBPOM di Padang, Firdaus Umar kepada Padang Ekspres mengatakan, dalam sidak tersebut pihaknya bekerja sama dengan Dinkes Sumbar, Dinkes Padang dan pihak kepolisian dari Polda Sumbar.

Pada hari pertama sidak, ada sebanyak 3 mal di kota Padang yang didatangi oleh tim gabungan. Dalam sidak tersebut, tim gabungan mendapati dan menemukan sejumlah produk makanan dan minuman yang kemasannya sudah rusak namun masih diletakan di rak-rak penjualan.

Produk makanan dan minuman yang kemasannya rusak tersebut kemudian diminta untuk tidak dijual dan disisihkan. Kemudian, tim gabungan juga menemukan adanya peletakan produk makanan dan minuman yang berdekatan dengan alat-alat atau barang kebutuhan sehari-hari seperti produk sabun cuci, sabun mandi, produk pengharum pakaian, dan lainnya.

“Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) produk makanan dan minuman tidak boleh diletakkan di dekat produk rumah tangga agar tidak terjadi keraguan pembelian oleh konsumen,” kata Firdaus.

Baca Juga:  Sembilan Negara Ambil Bagian dalam ICAPFS II Faterna

Pihaknya juga menemukan adanya produk pangan curah yang diperjualbelikan di mal yang tidak menampilkan nama maupun kemasan dari produk aslinya. Hal itu bertujuan agar konsumen mengetahui dan mendapatkan informasi yang jelas dari produk pangan itu.

Dengan temuan tersebut, tim gabungan meminta kepada pengelola mal dan pusat perbelanjaan untuk tidak memajang produk makanan dan minuman yang kemasannya rusak dan tidak menjual produk minuman dan makanan yang telah kedaluwarsa.

Di samping itu, pihaknya juga meminta kepada pengelola mal dan pusat perbelanjaan untuk lebih selektif lagi dalam mengawasi produk-produk khususnya makanan dan minuman agar masyarakat tidak dirugikan baik dari segi ekonomi maupun kesehatan.

Ia menegaskan, jika nantinya masih ditemukan lagi produk makanan dan minuman yang kemasannya rusak atau yang telah kedaluwarsa, maka pihaknya dan instansi terkait akan melakukan tindakan tegas. “Kegiatan ini kan tujuannya adalah untuk memastikan produk makanan dan minuman yang dibeli oleh konsumen aman untuk dikonsumsi pada momen Lebaran,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Sumbar, Ahmad Mardanus menyampaikan, sidak produk makanan dan minuman jelang Lebaran rutin dilakukan setiap tahunnya dalam rangka mengantisipasi adanya produk makanan dan minuman yang tidak sesuai dengan standar.

Sidak pada hari pertama dilakukan oleh tiga tim yang terdiri dari Dinkes Sumbar, Dinkes Padang, BBPOM di Padang, dan pihak kepolisian dari Polda Sumbar. Lokasi sidak sendiri ditargetkan di pusat perbelanjaan dan mal di Kota Padang.

“Setelah sidak, kami dan Dinkes Padang juga memberikan dan menempelkan SE dalam rangka pengamanan dan perlindungan masyarakat dari pangan atau paket parcel yang tidak memenuhi syarat dalam menghadapi hari Lebaran,” tukasnya. (a)

Previous articleHindari Petugas, Pemudik Sembunyi di Truk Sayur
Next articlePermintaan Tinggi, Cabai dan Telur Naik