8 Prodi Berhasil Terakreditasi Internasional, UNP Targetkan 20 Prodi

23
AKREDITASI INTERNASIONAL: Rektor UNP Prof Ganefri saat online audit ASIIN Prodi Pendidikan Fisika, Fisika, Pendidikan Matematika dan Matematika, Selasa (6/7) di UNP.(IST)

Universitas Negeri Padang (UNP) terus melakukan terobosan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya dengan meningkatkan akreditasi mulai dari program studi (prodi), fakultas, hingga universitas. Selain akreditasi secara nasional, saat ini UNP terus meningkatkan jumlah akreditasi internasional.

”Kita sudah memiliki 8 prodi terakreditasi internasional yakni dari AUN-QA. Target kita tahun ini ada 12 prodi lagi terkareditasi internasional,” kata Rektor UNP Prof Ganefri, saat online audit ASIIN Prodi Pendidikan Fisika, Fisika, Pendidikan Matematika, dan Matematika, Selasa (6/7) di UNP.

Ganefri menjelaskan, secara nasional UNP telah mendapatkan pengakuan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan akreditasi institusi ‘A’. Oleh karena itu kemajuan selanjutnya yang harus dilakukan oleh UNP adalah internasionalisasi.

Katanya, internasionalisasi UNP dilakukan secara strategis, didukung oleh semua sumber daya, dengan mempertimbangkan tantangan dan peluang di masa depan. Secara holistik, program menuju standar internasional harus dilihat sebagai kontribusi UNP, sebagai bagian dari strategi nasional untuk dapat bersaing secara global.


Empat prodi UNP telah berhasil memperoleh sertifikasi AUN-QA, seperti Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Kimia, Manajemen, dan Pendidikan Teknik Elektro. Lalu disusul Pendidikan Jasmani dan Rekreasi di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Pendidikan Kesejahteraan Keluarga di Fakultas Pariwisata dan Perhotalan (FPP), Bimbingan Konseling di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Fakultas Ilmu Sosial (FIS).

Pada kesempatan itu, tim penilai antara lain Alexandra Dreiseidler, formerly Emil-Fischer-Gymnasium Euskirchen, ada Fiorentina Farah Medina, student, Universitas Airlangga, lalu Martin Pieper dari Aachen University of Applied Sciences. Selain itu Thomas Trefzger dari University of Würzburg, dan Carsten Westphal, dari Technical University of Dortmund.
Tim penilai menanyakan kesiapan SDM serta sarana dan prasana UNP dalam mendapatkan akreditasi ini. Seperti jumlah guru besar (profesor), lalu dukungan pemerintah, dan sarana perkuliahan.

Baca Juga:  Andre Rosiade dan Gerindra Bantu Biaya Berobat Istri Tukang Bangunan

Menjawab itu, Ganefri menekankan UNP menargetkan jumlah guru besar meningkat hingga menjadi 100 orang di 2022 supaya karya inovatif yang dihasilkan semakin banyak dan reputasi kampus meningkat.

Saat ini UNP sudah memiliki 78 guru besar, dan ada 16 lagi yang di sedang proses di Jakarta. Ia yakin hal itu bisa terwujud setelah UNP berhasil meraih rangking 5 dalam publikasi ilmiah internasional bereputasi terindeks Scopus di 2021. Dengan prestasi yang diraih UNP tersebut dapat membuktikan bahwa karya-karya inovatif dosen UNP yang dipublish di jurnal-jurnal bereputasi sudah banyak.

”Jika banyak karya dosen yang dipublish dalam jurnal bereputasi maka dosen akan banyak yang naik jabatan karena salah satu kesulitan dosen naik pangkat yaitu memenuhi publikasi karya ilmiah,” ujar dia.

Ganefri mengatakan, akan selalu mendorong dosen untuk terus meningkatkan kualitas dalam menghasilkan karya inovatif sebab hal itu akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Menurut dia, dosen-dosen yang aktif meneliti tentu akan memberikan ilmu-ilmu yang baru kepada mahasiswa, sehingga yang diajarkan itu tidak lagi usang namun berdasarkan hasil riset.

“Dosen harus kaya dengan karya yang baru oleh sebab itu capaian seorang guru besar itu adalah jenjang gelar akademik yang tertinggi. Itulah jenjang karir seorang dosen,” ucapnya.

Untuk hasil penilaian ASIIN ini, bisa keluar secepatnya. Lalu penilaian 8 prodi lagi segera menyusul dalam beberapa minggu lagi. ”Kita targetkan tahun ini sudah 20 prodi terakreditasi internasional,” katanya. (eko)