DPRD-Wako Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan SMPN 44

16
TINJAU LOKASI: Ketua DPRD Syafrial Kani bersama Wali Kota Padang Hendri Septa dan rombongan meninjau lokasi rencana pembangunan SMPN 44 di daerah Piai Tangah, kemarin.(IST)

Dalam rangka menunjang dan meningkatkan mutu pendidikan masyarakat Kota Padang, sangat diperlukan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan seperti penambahan sekolah.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Padang Syafrial Kani bersama Wali Kota Padang Hendri Septa dan sejumlah anggota Komisi IV dan daerah pemilihan (dapil) Pauh-Kuranji di antaranya Zulhardi Z. Latif, Mukhlis, Azwar Siry dan Zalmadi meninjau rencana lokasi pembangunan SMPN 44 Padang di daerah Piai Tangah RT 03 RW 02, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Selasa (6/7).

Hadir mendampingi wali kota diantaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Hasymi, Kadis Pertanahan Raju Minropa, Kepala Disdikbud Habibul Fuadi, Kepala BPKAD Budi Payan, Sekretaris Dinas PUPR Desmon Danus serta Kabag Prokopim Amrizal dan Camat Pauh Jasman.

Juga hadir sejumlah elemen dan tokoh masyarakat setempat termasuk Mamak Kepala Waris (MKW) tanah yang akan dibangunkan sekolah tersebut. “Dari beberapa alternatif lokasi, ini yang paling memungkinkan dan juga sangat strategis. Makanya, kita undang Pak Wali untuk meninjau langsung lokasi ini,” ungkap Syafrial.

Terkait anggaran, Syafrial Kani mengatakan, DPRD Kota Padang sudah mengalokasikan sekitar Rp 4 miliar untuk pembangunan SMPN 44 itu. “Anggaran sudah tersedia, lebih kurang Rp 4 miliar. Sedangkan untuk akses jalan, akan disesuaikan, sebab ini menyangkut kepentingan masyarakat dan dana APBD untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain rencana pembangunan SMPN 44 ini, saat ini juga tengah mengupayakan untuk membangun beberapa sekolah lagi sesuai permintaan masyarakat selama ini. Di antara lokasinya seperti di daerah Kalumbuk, Ikuakoto, Kecamatan Lubeg serta lainnya,” terang Syafrial.

Sementara itu, Hendri Septa mengatakan perlu adanya upaya ekstra dari Pemko Padang yang didukung sejumlah pihak untuk penambahan sekolah baru tersebut. Hendri Septa menyampaikan apresiasi kepada semua pihak terutama DPRD Padang yang ikut mendukung upaya penambahan jumlah sekolah di Kota Padang. Seperti dalam hal ini untuk pendirian SMPN 44.

“Upaya pendirian SMPN 44 di daerah Pauh ini sudah lama kita bincangkan bersama. Ada tiga alternatif lokasi dan di Piai Tangah yang kita tinjau kali ini adalah alternatif terbaru. Sementara dua alternatif lokasi lagi ada di Kelurahan Binuang Kampung Dalam,” sebut wako kepada wartawan di sela peninjauan.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Agus Suardi Mundur, Putri: Tak Sesuai Hati Nurani Saya

“Kita akan lihat dan tinjau kembali dari tiga alternatif lokasi tersebut. Kira-kira mana yang lebih mudah dan cepat proses pelaksanaannya nanti kita rembugkan kembali dengan DPRD. Sehingga disepakatilah lokasi mana yang kita pilih untuk SMPN 44 ini,” tambahnya.

Hendri Septa melanjutkan, khusus untuk alternatif tanah yang berada di Piai Tangah menurutnya saat ini data dan dokumen tanahnya sudah diterima pihaknya melalui Dinas PUPR.  “Jadi saat ini kita tengah meninjau kelayakannya dari semua aspek, dan bagaimana untuk keberlanjutannya akan kita beritahukan bersama DPRD nantinya. Untuk lokasi di Piai Tangah ini menurut kita cukup bagus dan strategis. Semoga saja semuanya oke dan dapat segera kita tindak lanjuti progres pembangunannya,” tuturnya.

Wako juga menambahkan, dalam upaya pembangunan SMPN 44 tersebut saat ini pihaknya bersama DPRD Kota Padang masih dalam tahap peninjauan lokasi. Untuk teknis pelaksanaan pembangunannya nanti akan diserahkan kepada Dinas PUPR dan Disdikbud.

“Jadi kita lihat progresnya dulu dari dua OPD tersebut beberapa hari ke depan. Insya Allah kita tidak perlu lama-lama, semoga pembangunannya bisa mulai dilakukan tahun ini dan selesai tahun ini juga. Karena demi pendidikan anak bangsa para generasi muda, kita harus berupaya semaksimal mungkin tentunya,” ucap Wako.

Wako menambahkan, upaya penambahan SMPN 44 di Kecamatan Pauh saat ini sangat diharapkan, seiring desakan dan harapan masyarakat di daerah tersebut.

“Dengan itu diharapkan para peserta didik khususnya tingkat SMP di sini tidak jauh lagi bersekolah dari rumah mereka. Hal ini tentu juga mengurangi biaya pendidikan karena lokasi sekolah mudah diakses dan dekat dengan lingkungan tempat tinggal. Di samping itu tentu juga banyak manfaat lainnya yang akan didapat,” pungkas Hendri. (eri)