Tak Ada Tempat Cuci Tangan, Pemilik Toko Ditegur

12
ilustrasi. (jawapos.com)

Sejumlah toko di sepanjang jalan Permindo ditegur oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Selasa (6/10). Ini lantaran kedapatan tidak menyediakan tempat cuci tangan di depan toko mereka.

Informasi dihimpun Padang Ekspres, personel Satpol PP Padang yang dipimpin Kepala Satpol PP Padang, Alfiadi melakukan pengawasan dan pemantauan di kawasan Jalan Permindo. Dalam pengawasan tersebut, terdapat sejumlah toko dan pengelola toko yang tidak menyediakan tempat cuci tangan di depan pintu masuk mereka. Kondisi demikian tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Satpol PP Padang, Alfiadi mengatakan, pihaknya memberikan teguran keras kepada beberapa toko di kawasan Permindo yang tidak menyediakan tempat cuci tangan yang merupakan salah satu protokol kesehatan Covid-19.

”Dalam pengawasan itu, kami menemukan ada yang menyediakan tempat cuci tangan tetapi tidak ada air, ada yang menyediakan tempat cuci tangan tetapi tidak ada tempat pembuangan airnya. Dan ada juga yang menyediakan tempat cuci tangan tetapi tidak ada sabunnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepada pemilik toko, pihaknya memberikan teguran dan imbauan agar sece-patnya menyediakan tempat cuci tangan di toko mereka masing-masing. Ini agar bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. “Setelah ditegur tidak juga dipatuhi, tentu kami berikan tindakan tegas. Jadi kami harap sebelum ditindak tegas mohon untuk dilengkapi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Masifkan Pemahaman Covid-19 untuk Keselamatan Manusia di Bumi

Alfiadi menyampaikan, jika nanti pemilik toko yang sudah ditegur tetap tidak mengindahkan aturan menyediakan tempat cuci tangan, maka tidak tertutup kemungkinan mereka akan diberikan sanksi. Baik berupa denda hingga pencabutan izin usaha.

“Jadi kami harap semua orang untuk mematuhi protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan, meletakkan hand sanitizer di tempat usaha. Ini salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Alfiadi meminta masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam memutus mata rantai penyebaran, baik perorangan maupun penanggung jawab tempat usaha itu sendiri. ”Tidak akan pernah bisa diputus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, jika kita semua tidak ikut berperan aktif, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan setiap keluar rumah, baik untuk perorangan, maupun bagi pemilik usaha,” tukasnya. (a)