Puluhan Lapak PKL di Muarolasak Dibongkar

Petugas Disparbud Kota Padang dibantu Satpol PP Padang menertibkan lapak pedagang yang berada di Pantai Muarolasak, kemarin (7/4). (Adetio - Padek)

Puluhan lapak pedagang yang berada di sepanjang Pantai Muarolasak hingga Pantai Purus Padang ditertibkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang dibantu oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Selasa (7/4).

Puluhan lapak yang ditinggalkan oleh para pedagang di tepi pantai telah mengganggu keindahan dan kebersihan di sepanjang pantai tersebut. Lapak-lapak yang dibongkar tersebut akan dikembalikan kepada para pedagang namun dengan syarat mereka tidak diperbolehkan untuk memasang tenda dagangan di sepanjang pantai.

Kepala Disparbud Kota Padang, Arfian kepada Padang Ekspres mengatakan, penertiban tersebut merupakan upaya untuk menciptakan keindahan di kawasan Pantai Padang. Penertiban dilakukan karena kondisi lapak-lapak pedagang yang berjualan di sepanjang Pantai Purus dan Muarolasak tersebut sudah tidak teratur lagi dan kebersihan sudah sangat berkurang.

“Jadi yang kita tertibkan merupakan lapak-lapak pedagang yang di tinggal begitu saja di pinggir pantai sehingga mengganggu pandangan. Untuk jumlah lapak yang diterbitkan sekitar puluhan lapak,” tuturnya.

Arfian menjelaskan, sebenarnya Disparbud Kota Padang tidak melarang para pedagang untuk berjualan di pinggir pantai. Dalam aturan yang telah disepakati, pedagang hanya diperbolehkan berdagang dengan menggunakan gerobak. Namun kenyataannya mereka menambah lapak-lapak lain.

Mereka mendirikan tenda dan ditambah dengan lapak-lapak lain sehingga kondisi pantai Muarolasak dan Purus menjadi tidak teratur sehingga terkesan tidak bersih. “Yang kami tertibkan itu lapak-lapak yang melanggar aturan seperti tenda, meja, kursi, dan beberapa bekas kayu yang menumpuk di pinggir pantai tersebut,” jelasnya.

Kemudian Arfian mengatakan, lapak yang dibongkar diserahkan kepada para pedagang. Namun pihaknya memberikan teguran tidak boleh lagi berjualan dengan lapak-lapak selain gerobak yang telah diizinkan. “Kita menginginkan kawasan Pantai Padang ini rapi dan teratur. Dengan adanya instruksi untuk tidak berkumpul-kumpul sementara, kita jadikan momen ini untuk membenahi kawasan Pantai Padang,” ungkapnya. (*)