Ada Indikasi Kelalaian Petugas, Puluhan HP Napi Diamankan

10
Puluhan barang-barang milik warga binaan berhasil disita petugas di sejumlah blok hunian warga binaan Lapas Kelas IIA Padang,  Selasa malam (6/4). (IST)

Razia mendadak di sejumlah blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang dilakukan, Selasa malam (6/4). Hasilnya, sejumlah barang dilarang yang berada dalam Lapas tersebut disita oleh petugas di antaranya yaitu HP, charger HP, sendok besi, gunting, korek api, hingga kartu koa.

Razia ini dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Sumbar R. Andika Dwi Prasetya dan Kalapas Kelas IIA Padang Era Wiharto dengan melibatkan pihak kepolisian, TNI serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumbar.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sumbar, R Andika Dwi Prasetya mengatakan, kegiatan ini untuk mendeteksi dini pencegahan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban akibat masuknya atau lolosnya barang-barang yang dilarang bagi warga binaan untuk menguasainya.

“Dalam razia tersebut dapat kita amankan puluhan ponsel ketika menggeledah dua blok hunian di Lapas Padang. Puluhan ponsel yang diamankan itu langsung dihancurkan dengan cara dipukul lalu direndam ke dalam air garam,” sebut Andika.

Selain ponsel, petugas juga menyita sejumlah barang terlarang lainnya berupa 18 unit charger, 14 buah sendok besi, dua unit gunting, tiga benda tajam dari besi, enam botol kaca, enam colokan kabel, 11 korek api, 15 unit earphone, beberapa set kartu koa, remi, serta domino.

Baca Juga:  Andre Rosiade Ajak Kader Gerindra Turun ke Lapangan

Dia menjelaskan, ada sejumlah indikasi sehingga barang-barang ini bisa lolos. Salah satunya kelalaian petugas, ketidakmampuan petugas dan oknum petugas yang kurang disiplin dan tidak tertib dalam menjalankan SOP.

Andika menyampaikan, sejumlah barang sitaan hasil dari razia ini akan menjadi bahan evaluasi dan penyelidikan lebih lanjut. “Namun dalam razia kali ini, petugas gabungan tidak menemukan satu pun WBP yang memiliki ataupun menguasai narkotika,” katanya.

Untuk itu, pihaknya bersama seluruh jajaran akan terus memperketat pengawasan agar benda-benda semacam ini tidak masuk lagi ke Lapas ataupun Rutan. “Kita tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi kepada pegawai yang lengah, apalagi yang dengan sengaja membiarkan barang itu masuk ke Lapas ataupun Rutan,” tegas Andika. (i)

Previous articleBangun Pasar Basah Butuh Rp 83 Miliar
Next articleEnam Wanita Dijaring Satpol PP