Korupsi KONI Padang Rugikan Negara Rp 3 M

17
Therry Gutama

Kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Padang tahun anggaran 2018-2020 menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 3.099.000.000.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Therry Gutama mengatakan, kerugian negara sekitar Rp 3 miliar tersebut merupakan hasil ekspos dari Tim Auditor BPKP Sumbar.

Untuk itu, pihaknya mendorong para tersangka atas kesadaran sendiri agar segera melakukan pengembalian kerugian negara. “Hingga saat ini belum ada pengembalian kerugian negara dari tiga tersangka,” ucap Therry.

Lebih lanjut Therry menyebut, jika surat kerugian keuangan negara dari Tim Auditor BPKP Sumbar sudah keluar, selanjutnya akan dilakukan perampungan berkas perkara untuk kemudian diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) atau tahap satu.

“JPU nanti akan meneliti apakah berkas lengkap atau tidak. Jika lengkap maka statusnya akan naik ke penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua,” kata eks Kasi Intel Kejari Dharmasraya ini.

Di sisi lain, Therry menegaskan, pihaknya masih menunggu dua alat bukti yang menyebutkan adanya keterkaitan atau keterlibatan mantan Ketua Umum PSP Padang, seperti keterangan yang disampaikan salah seorang tersangka beberapa hari lalu.

“Kita tegaskan apabila memang ada dua alat bukti yang terkait dalam dugaan kasus ini akan kami panggil termasuk mantan Ketua Umum PSP Padang pada masa itu. Namun hingga saat ini masih satu alat bukti pendukung,” tegas Therry.

Seperti diketahui, penyelidikan kasus ini dimulai 16 September 2021 setelah Kejari Padang menerima laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan korupsi dana hibah KONI Padang.

Menerima laporan itu, Kejari Padang memanggil sejumlah pihak untuk dimintai klarifikasi dan keterangan. Mulai dari Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Padang Junaldi, Ketua KONI Padang Agus Suardi, dan Bendahara KONI Padang Kennedi.

Baca Juga:  Perbaikan Los Ikan Tuntas September, Baru Satu Yang Rampung

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Padang Junaldi memenuhi panggilan pada Senin, 20 September 2021. Sementara Ketua KONI Padang Agus Suardi dan Bendahara KONI Padang Kennedi memenuhi panggilan Kejari Padang pada Selasa 21 September 2021.

Sebulan setelah itu pada 21 Oktober 2021, status penyelidikan naik menjadi penyidikan sesuai Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Kepala Kejari Padang Nomor 02/L.3.10/Fd.1/10/2021 tertanggal 21 Oktober.

Diketahui bahwa KONI Padang menerima bantuan dari hibah dari Pemko Padang. Bantuan dana hibah tersebut bersumber dari APBD Kota Padang dengan rincian pada tahun 2018 sebesar Rp 6.750.000.000, pada tahun 2019 sebesar Rp 7.458.200.000, dan tahun 2020 sebesar Rp 2.450.000.000.

Jumat (31/12) tahun lalu Kejari Padang menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini. Ketiga tersangka yakni Agus Suardi selaku Mantan Ketua Umum KONI Padang, Davitson yang menjabat Wakil Ketua I KONI Padang dan Nazar Wakil Bendahara KONI Padang.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 9 Juncto Pasal 15 dan jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Meski ditetapkan tersangka, ketiga tersangka tidak langsung ditahan. Kejari Padang beralasan bahwa ketiga tersangka tidak ditahan lantaran dinilai kooperatif dan ada pertimbangan objektif lainnya. (idr)