24 Pria Digiring ke Mapolresta Padang

Sekelompok warga yang melanggar PSBB digiring memasuki truk Sabhara untuk selanjutnya dibawa ke Mapolresta Padang. (Heru Irawan-Padang Ekspres)

Polresta Padang menindak tegas masyarakat yang berkumpul-kumpul ketika masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebanyak 24 warga yang melanggar langsung dibawa ke Polresta Padang untuk didata satu per satu.

Patroli berskala besar tersebut dilakukan Rabu (7/5) sekitar pukul 13.00. Puluhan warga yang melanggar tersebut kemudian diberi arahan oleh Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan.

Pantauan Padang Ekspres, sebelumnya sebanyak 50 personel Polresta Padang melakukan patroli di seputaran Kota Padang. Di kawasan Padang Timur, petugas menemukan sebuah kedai yang ternyata di dalamnya ada warga yang sedang asyik bermain kartu koa. Bahkan mereka tidak berpuasa. Petugas pun langsung menggiring mereka ke atas truk Sabhara Polresta Padang yang sudah disiapkan.

Selanjutnya, petugas menelusuri pinggiran Banda Bakali dan ke kawasan GOR H Agus Salim. Di sana polisi menemukan warga yang sedang asyik berkumpul sambil tidak berpusa. Petugas pun membawa puluhan orang tersebut ke Polresta Padang.

Setiba di Polresta Padang, mereka didata dan disuruh duduk. Mereka kemudian diberi peringatan keras oleh Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan agar mematuhi aturan PSBB. Mereka pun difoto satu per satu dan disuruh membuat surat perjanjian dan akhirnya dilepaskan kembali.

Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan didampingi Waka Polresta Padang AKBP Haris Hadis mengatakan pihaknya mulai melakukan tindakan tegas untuk memberi efek jera bagi pelanggar PSBB. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa mematuhi aturan PSBB demi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Hari ini kita lakukan tindakan tegas. Karena dalam patroli berskala besar yang kita lakukan masih ditemukan masyarakat yang berkumpul-kumpul bahkan sedang bermain kartu di bulan Ramadhan ini. Ke semuanya langsung kita giring ke Mapolresta Padang,” ujar Kapolresta.

Jika setelah diberi peringatan ini mereka tertangkap lagi maka pihaknya akan mengambil tindakan lebih tegas lagi dengan memenjarakan mereka seuai dengan Undang-undang yang berlaku. (err)