Senin, Pasar Raya Ditutup Kembali

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal. (IST)

Dinas Perdagangan Kota Padang akan kembali menutup sementara kawasan fase I-VII Pasar Raya Padang. Penutupan ini sebagai langkah antisipasi dan upaya pemutusan penularan virus korona (Covid-19) di Pasar Raya Padang.

Penutupan sementara Pasar Raya Padang pada tahap kedua dilakukan menyusul adanya sebanyak 1000 pedagang yang akan melakukan pemeriksaan swab mulut dan tenggorokan pascaditemukan sekitar 44 orang yang positif Covid-19 dari klaster Pasar Raya Padang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal kepada Padang Ekspres, Kamis (7/5) mengatakan penutupan Pasar Raya Padang fase I-VII akan dilakukan pada hari Senin (11/5).

Saat ini pihaknya sedang membuat pengumuman dan mensosialisasikan tentang penutupan sementara tahap dua Pasar Raya Padang kepada para pedagang dan masyarakat Kota Padang. “Rencananya memang kita akan kembali menutup sementara kawasan fase I-VII Pasar Raya Padang pada Senin depan. Saat ini perlu sosialisasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Endrizal mengungkapkan, tidak hanya akan menutup sementara kawasan Pasar Raya Padang, Disdag Kota Padang akan menutup sementara Pasar Bandarbuat hari ini, Jumat (8/5).

Pasar Bandarbuat juga dilakukan penutupan sementara lantaran juga ditemukan kasus positif Covid-19 di pasar tersebut. Disdag Kota Padang juga telah mendata sebanyak 100 pedagang yang disinyalir pernah berkontak dengan pasien positif itu. “Jadi untuk pasar Bandarbuat kita tutup hari ini. Ini langkah cepat untuk segera fokus memutus rantai penularan virus Covid-19 di Pasar Bandarbuat,” ungkap Endrizal.

Endrizal menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan kedua pasar tersebut kembali dibuka. Namun yang jelas, setelah 1100 sampel itu diperiksa dan didapatkan mana yang positif dan negatif, barulah bisa menentukan pasar kembali dibuka. “Jika ada beberapa pedagang yang dinyatakan negatif, maka ia boleh kembali berjualan namun harus membawa surat kesehatan dari Dinkes Kota Padang,” tukasnya.

Endrizal juga menegaskan bahwa bagi pedagang yang belum atau telah diambil swab mulut dan tenggorokan namun hasilnya belum keluar, tidak diperbolehkan untuk membuka toko-toko mereka.

Ia menjelaskan, jika dalam satu hari bisa dilakukan pengambilan swab tenggorokan dan mulut pedagang sebanyak 200 orang, maka akan membutuhkan waktu selama lebih kurang lima hari untuk pengambilan swab mulut dan tenggorokan pedagang di dua pasar itu. “Mudah-mudahan proses swab ini berjalan dengan lancar dan aman dan kita berharap hasilnya negatif semuanya,” tuturnya. (a)