ITP Menangkan Hibah PKKM 2022 Rp 2,4 M

53
PAPARAN: Rektor ITP Hendri Nofrianto memaparkan keberhasilan ITP meraih hibah PKKM tahun 2022 di Kampus ITP, kemarin (7/7).(ERI MARDINAL/PADEK)

Institut Teknologi Padang (ITP) berhasil memenangkan hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahun anggaran 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Keberhasilan ini menjadikan ITP satu-satunya perguruan tinggi swasta di Sumbar yang berhasil lolos dalam program ini.

Hal ini berdasarkan surat Kemendikbudristek Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti) No. 0459/E.E3/PM.00.03/2022 tanggal 13 Juni 2022 tentang penerima bantuan PKKM tahun kedua tahun anggaran 2022.

Rektor ITP Hendri Nofrianto mengatakan ini adalah kali kedua ITP memenangkan hibah PKKM. Dimana tahun 2021 lalu, ITP mendapatkan hibah PKKM untuk Prodi Teknik Sipil dan Teknik Elektro.

Tahun 2022 ini, ITP kembali berhasil memperoleh hibah PKKM untuk Prodi Teknik Mesin, Teknik Informatika serta ISS-MBKM.

“Alhamdulillah, dari 92 PTS di Sumbar, yang mendapatkan hibah ini dan dipanggil untuk verifikasi hanya satu-satunya adalah ITP,” ujar Hendri di hadapan wartawan, Kamis (7/7).
Turut hadir Wakil Rektor II Yusreni Warmi, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Anna Syahrani dan jajaran.

Dengan keberhasilan itu, maka ITP sudah dua tahun berturut-turut mendapatkan hibah PKKM ini. Yakni tahun 2021 senilai Rp 2,6 miliar dan tahun ini senilai Rp 2,4 miliar. “Jadi dalam 2 tahun ini, ITP mendapatkan hibah PKKM sebesar Rp 5 miliar,” ungkap Hendri.

Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa ITP solid di dalam bekerja dan ada kemauan para dewan dosen untuk maju bersama.

Lebih lanjut dikatakan, ada 3 cita-cita pemerintah melalui kementerian terkait untuk PKKM ini yakni pertama, meningkatnya kualitas lulusan pendidikan tinggi, bukan hanya dari kuliah tatap muka saja, tapi harus bisa mengimplementasikan 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dirancang kementerian.

Baca Juga:  Wako Hendri Septa Kukuhkan 52 Paskibraka

Salah satunya adalah mulai tahun 2021 lalu, mahasiswa diwajibkan untuk magang, student exchange dan turun ke lapangan. “Jadi tujuan dari itu semua adalah mempersiapkan lulusan yang memiliki jiwa kepemimpinan, jiwa kewirausahaan dan manajerial yang baik,” tuturnya.

Lalu kedua, meningkatnya kualitas dosen pendidikan tinggi dan ketiga meningkatnya kualitas kurikulum dan pembelajaran yang diukur melalui 8 IKU.

“Seluruh kegiatan ini sasarannya adalah mahasiswa, maka pendanaan transportasi, biaya hidup mahasiswa di tempat magang ditanggung pemerintah melalui hibah PKKM ini,” jelas Hendri.

Sementara itu, Wakil Rektor II Yusreni Warmi menambahkan, program yang akan dilakukan tahun ini untuk Prodi Teknik Informatika dan Teknik Mesin adalah terkait implementasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).

“Di sini, ITP akan mengirim mahasiswa magang dan student exchange ke 5 kampus yang bekerja sama dengan ITP,” ujarnya.

Selain program magang dan student exchange, ada juga program studi independen dan ini digunakan hanya untuk Prodi Teknik Informatika.

Ia menambahkan, alasan dua prodi tersebut mengikuti PKKM adalah karena Prodi Teknik Mesin dari segi akreditasi penilaiannya sudah hampir mendekati unggul. Sementara Teknik Informatika, karena prodi ini lagi tren saat sekarang ini.

“Harapan kita, dengan adanya kepercayaan pemerintah ini bisa mempercepat ITP menjadi World Class University (WCU) yang seharusnya sekitar 20 tahun ke depan menjadi 10 tahun atau 15 tahun,” harapnya. (eri)