Cegah Bullying, Polsek Nanggalo Edukasi Siswa

9
Kapolsek Nanggalo, AKP Suyanto.(IST)

Seringnya kasus kekerasan dan perundungan di kalangan siswa, mendapat perhatian serius dari Kapolsek Nanggalo, AKP Suyanto. Untuk itu ia bersama jajaran Polsek Nanggalo menyambangi beberapa sekolah guna memberikan edukasi terhadap pelajar.

“Sejauh ini sudah ada lima sekolah yang bekerja sama dengan kita terkait kegiatan edukasi ini, namun baru dua sekolah yang kita sambangi. Dua sekolah tersebut berada pada satu yayasan Dar El Iman, kita mengedukasi siswa SMP dan SMA di sana,” ujarnya.

Dalam pelaksanannya, personel Polsek Nanggalo menyampaikan materi terkait perbuatan-perbuatan yang mengarah pada kenakalan remaja. Bagaimana membentuk karakter generasi muda menjadi pribadi yang baik.

“Banyak dari anak-anak kita ini tidak paham apa itu bullying dan bagaimana meresponsnya. Banyak dari mereka yang tidak berniat untuk membully teman-temannya, hanya sebatas bercanda. Tapi nyatanya perilakunya sudah kelewatan, batas-batas dalam bercanda itu mereka belum paham betul,” Jelas AKP Suyanto.

Ia mengatakan kegiatan seperti ini bersifat berkelanjutan. Baginya edukasi yang tidak berkelanjutan terkait bahaya perundungan akan percuma, mengingat siswa sekolah masih dalam fase labil.

“Tidak akan cukup apabila sekali kita berikan pemahaman lalu berhenti. Mereka ini masih berkembang, umurnya masih muda, jadi butuh untuk dikontrol. Kita tidak ingin ada terdengar kasus pembullyan di Nanggalo ini. Untuk itu hal ini perlu digalakkan terus,” ujarnya.

Baca Juga:  Mau "Enak-Enak" di Kos, Sepasang ABG Digerebek Warga!!

Selain itu, faktor pandemi juga berpengaruh terhadap tidak maksimalnya kegiatan ini. Karena tidak semua siswa turut hadir ke sekolah. Sebagian masih ada yang belajar secara daring.

“Selama pandemi, anak-anak kita ini kurang bersosialisasi. Ini sangat bahaya bagi tumbuh kembang mental mereka. Jadi mau tidak mau, maksimal tidak maksimal, kita akan tetap melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan,” pungkas AKP Suyanto.

Ia berharap semua elemen masyarakat dapat saling bahu membahu membangun karakter dan mental generasi muda, khususnya dikalangan remaja. Ini akan menjadi kontrol sosial secara tidak langsung terhadap perilaku para remaja.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian. Sebenarnya dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, dan barulah di tengah masyarakat secara luas,” jelasnya.

AKP Suyanto meyakini apabila karakter dan mental remaja telah terbentuk dan terbina dengan baik, dapat mengurangi angka kriminalitas dimasa depan. Baginya, remaja dengan karakter dan didikan yang baik akan mempunyai tameng yang kuat pada dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang berbau kekerasan dan perundungan. (cr3)