Penjualan Pernak-pernik Imlek Turun 50 Persen

Karyawan Toko Lotus sedang merapikan pernak-pernik Imlek dan alat sembahyang, kemarin (8/2). (IST)

Jelang Tahun Baru Imlek 2572 pada 12 Februari 2021 nanti, penjualan pernak-pernik dan alat-alat sembahyang menurun. Kondisi itu disebabkan karena tidak adanya perayaan Tahun Baru Imlek akibat pandemi Covid-19.

Pantauan Padang Ekspres di salah satu toko penjualan alat-alat sembahyang dan pernak-pernik Imlek, Toko Lotus di Jalan Pulaukaram, Padang Barat, Kota Padang, kemarin (8/2) penjualan pernak-pernik Imlek dan alat sembahyang relatif sepi.

Pemilik toko Lotus, Lifen, 37, mengaku jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2572, penjualan alat-alat sembahyang dan pernak-pernik Imlek sepi dari pembeli. Kondisi tersebut baru pertama kali dirasakan pedagang sejak pandemi Covid-19.

Jika dikalkulasikan, penjualan pernak-pernik Imlek dan alat sembahyang menurun sekitar 50 persen dibandingkan dengan perayaan Imlek pada tahun 2020 lalu. “Penyebabnya mungkin karena tidak adanya perayaan Tahun Baru Imlek karena pandemi Covid-19, sehingga euforia sekaligus aktivitas jual beli sangat jauh menurun,” jelasnya.

Lifen mengungkapkan, biasanya baik masyarakat umum dan beberapa instansi pada dua minggu jelang perayaan Tahun Baru Imlek sudah ramai membeli perlengkapan sembahyang dan pernak-pernik Imlek.

Namun 4 hari jelang tahun baru Imlek, kedatangan dan penjualan alat sembahyang dan pernak-pernik Imlek masih sepi dan cenderung tidak ada pembeli. “Ya, dulu biasanya tidak hanya masyarakat, tapi orang-orang kantoran pada perayaan Imlek ikut berpartisipasi membeli pernak-pernik Imlek, namun saat ini jauh menurun,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lifen menyampaikan, pada perayaan Tahun Baru Imlek, biasanya masyarakat membeli pernak-pernik Imlek seperti lampion, kue keranjang, lilin, kertas, hio, amplop angpao, dan lainnya.

Baca Juga:  Tabrakan Beruntun, Mobil Honda HRV Terbalik

Ia merincikan, harga pernak-pernik Imlek yang dijual di toko miliknya berkisar dari harga paling murah Rp 4 ribu sampai paling mahal mencapai jutaan rupiah. Namun, untuk yang harga jutaan, sudah jarang dibeli masyarakat.

“Yang paling banyak dicari pada saat Imlek itu lampion, hio, dan amplop yang digunakan untuk angpao. Selain murah, pernak-pernik itu sudah menjadi ikon dari perayaan Imlek,” ujarnya.

Lifen mengatakan, dia juga melakukan penjualan pernak-pernik Imlek secara online melalui aplikasi WhatsApp. Hanya saja, pernak-pernik Imlek dan alat sembahyang dirasa kurang tepat dijual dengan sistem online.

“Penjualan barang melalui aplikasi WhatsApp hanya saya lakukan untuk langganan tetap dan beberapa kenalan, sedangkan untuk yang lain saya fokus jual secara offline di toko,” jelas Lifen.

Tak hanya penjualan pernak-pernik dan alat-alat sembahyang Imlek, Lifen mengatakan stok barang-barang tersebut juga berkurang dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya.
Ia menyebutkan, pada tahun 2020 lalu, pernak-pernik Imlek dan alat sembahyang yang dijual di tokonya sampai dipajang di halaman toko karena saking banyaknya. Kondisi itu sejalan dengan ramainya orang membeli.

“Penurunan stok barang hampir setengah dibandingkan tahun lalu. Ya mau bagaimana lagi, akibat pandemi Covid-19 selain dilarang berkerumun, perekonomian masyarakat juga sangat terdampak,” ungkapnya.

Terakhir Lifen berharap beberapa hari jelang perayaan Tahun Baru Imlek pada tanggal 12 Februari 2021 nanti, akan ada masyarakat yang ramai datang ke tokonya untuk membeli pernak-pernik Imlek dan alat-alat sembahyang. (a)

Previous articleJam Buka Mal Lebih Lama, Pengusaha Harap Bisa Pancing Hasrat Belanja
Next articlePemancing Hilang Ditemukan Lemas