Kesadaran Warga Pakai Masker masih Rendah

Kesadaran masyarakat Kota Padang untuk memakai masker masih rendah. Dua hari pascadiberlakukan instruksi kewajiban memakai masker oleh Wali Kota Padang belum sepenuhnya diikuti masyarakat.

Pantauan Padang Ekspres Rabu (8/3), sebagian masyarakat Kota Padang masih tampak tidak memakai masker. Baik ketika ke luar rumah maupun berkendara di jalanan.

Masyarakat tampak dengan santai dan merasa tidak khawatir beraktivitas di luar rumah tanpa memakai masker saat semakin mewabahnya pandemi Covid-19 saat ini.

Salah seorang masyarakat, Rido, 28, mengaku tidak memakai masker dikarenakan belum sempat membeli masker. “Sebenarnya takut sih keluar rumah ga pakai masker, tapi karena belum sempat membeli, makanya saya belum memakai masker saat beraktivitas di luar rumah,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Emil Salim, 49. Warga Lolongbelanti itu, mengaku tidak memakai masker lantaran tidak terbiasa dan merasa tidak nyaman. “Tidak nyaman memakainya makanya saya tidak pakai masker. Kemudian sesak napas ketika memakai masker itu,” katanya.

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Padang, Barlius kepada Padang Ekspres mengatakan, hingga kini belum ada satupun masyarakat yang terkena denda atas instruksi kewajiban pemakaian masker tersebut.

“Informasi yang saya terima, belum ada masyarakat yang terkena denda. Dari laporan Satpol PP, belum ada yang kena denda,” katanya.

Dia menambahkan, instruksi kewajiban pemakaian masker itu dibuat Pemko Padang untuk menekan penyebaran dan agar masyarakat terhindar dari Covid-19. Namun, malah ditanggapi dengan apatis oleh sebagian masyarakat.

“Penularan Covid-19 yang kita takuti itu dari Orang Tanpa Gejala (OTG) melalui droplet atau cairan batuk dan bersin yang membawa virus. Untuk di Kota Padang hingga hari ini, pasien positif Covid-19 sudah berjumlah 15 orang. Makanya diwajibkan masyarakat untuk makai masker,” imbuhnya.

Barlius mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kota Padang, untuk mematuhi instruksi pemerintah yakni memakai masker selama beraktivitas di luar rumah.

“Jangan tunggu pemerintah akan membagikan masker. Masker kain itu banyak dijual di mana-mana, di apotek juga ada. Harganya cuma Rp 3.000 dan bisa dicuci bersih untuk digunakan per 4 jam atau per hari,” ujarnya.

Selain mematuhi instruksi kewajiban pemakaian masker, masyarakat juga diminta melakukan social dan pshycal distancing. “Jaga jarak 1,5 meter ketika berinteraksi dengan orang lain dan ketika duduk di tempat-tempat umum. Kemudian, batasi ke luar rumah, bila tidak ada hal-hal penting,” tukas Barlius. (*)