Sembako Mulai Merangkak Naik

25
Cabai salah satu kebutuhan pokok warga yang mengalami kenaikan. (net)

Sepekan jelang Ramadhan 1442 H, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Raya Padang mulai memperlihatkan tren kenaikan. Pantauan Padang Ekspres, Selasa (6/4), kenaikan harga yang signifikan terjadi pada komoditas dengan pasokan yang minim seperti telur ayam ras, ayam potong, daging, minyak goreng, kacang kedelai, kacang tanah, kacang padi dan tepung terigu.

Pedagang telur Blok II Pasar Raya Padang, Surya Lesmana, 29, mengatakan harga telur ayam ras sudah mulai merangkak naik sejak dua hari belakangan ini, dipicu stok yang datang ke pasaran berkurang.

“Ya, kenaikan telur ayam ras sudah mulai sejak dua hari ini, lantaran pasokan yang datang sedikit. Biasanya persentase permintaan bisa mencapai 100 persen, kini hanya 60 persen saja. Sebab, banyaknya permintaan dari luar Sumbar hingga pulau Jawa,” ungkap Surya.

Dia menjelaskan, harga telur ayam ras di pasaran yang naik seiring dengan meningkatnya permintaan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. “Biasanya harga telur ayam ras kualitas bawah itu Rp 32 ribu per karton, sekarang menjadi Rp 40 ribu per karton, kualitas menengah dari Rp 36 ribu per karton sekarang Rp 43 ribu per karton dan kualitas atas biasanya Rp 37 ribu per karton kini menjadi Rp 45 ribu per karton,” paparnya.

Kendati telur ayam ras naik, namun tidak mempengaruhi harga jenis telur lainnya. Misalnya, telur itik, telur ayam kampung dan telur puyuh cenderung masih stabil.
“Harganya masih normal, telur itik Rp 58 ribu per karton, telur ayam kampung Rp 60 ribu per karton dan telur puyuh Rp 28 ribu per karton,” terangnya.

Surya menambahkan, kenaikan harga telur ayam ras yang diproyeksi masih terus berlangsung hingga mendekati bulan Ramadhan, disebabkan oleh permintaan dari masyarakat yang sangat tinggi dalam memenuhi persiapan kebutuhan bulan puasa.
“Kondisi memasuki bulan puasa ini menaikkan konsumsi telur. Jadi permintaan masyarakat tinggi, otomatis harga meningkat juga,” bebernya.

Ia berharap agar telur ayam ras kembali turun ke harga biasanya, supaya pembeli tidak mengeluhkan lagi kenaikan harga telur tersebut. “Mudah-mudahan harga telur ayam ras kembali stabil ke harga semula, begitu juga pasokan yang lancar kepasaran. Sehingga bisa terjangkau oleh semua kalangan masyarakat,” harapnya.

Pedagang ayam potong Blok I lantai II Pasar Raya Padang, Doni, 38 mengatakan harga ayam potong menjelang datangnya bulan puasa ini naik tajam mencapai Rp 30 ribu per kilogram dari harga biasa Rp 25 ribu per kilogram.

“Naiknya sejak sepekan belakangan ini. Karena stok ayam potong yang datang ke pasaran berkurang. Biasanya pasokan yang datang 150 kilogram, sekarang hanya separo saja,” katanya.

Doni berharap para tengkulak bisa menurunkan harga jual ayam potong di pasaran, agar jual beli kembali lancar seperti semula. Pedagang daging Blok IV Pasar Raya Padang, Anton Putra 37, menyebutkan saat ini menjual daging seharga Rp 120 ribu per kilogram. Harga itu mengalami kenaikan sejak dua bulan belakangan.

Baca Juga:  Lompat Lebih Tinggi di Bulan Ramadan, BNI Bukittinggi Berbagi Sembako

“Sekarang daging dijual Rp 120 ribu per kilogram, dari biasanya hanya Rp 110 ribu per kilogram. Ini udah naik sejak dua bulan lalu,” tuturnya.

Ia mengatakan, tak tertutup kemungkinan harga daging bakal bisa naik kembali mendekati bulan puasa hingga Hari Raya Idul Fitri nanti. “Kalau dilihat sejauh ini stok daging memang berkurang pasokannya, maka dari itu harganya naik. Biasanya dalam satu hari itu bisa menyetok hingga 600-800 kilogram, sekarang hanya 300 kilogram saja,” ujarnya.

Pedagang komoditi P&D kawasan Pasar Raya Padang, Sariti, 45 juga mengutarakan,
ada beberapa komoditas yang naik jelang bulan Ramadhan ini, seperti minyak goreng, kacang kedelai, kacang tanah, kacang padi dan tepung terigu.

“Minyak goreng yang biasanya Rp 11 ribu per kilogram, kini Rp 13 ribu per kilogram, kacang kedelai dari Rp 11 ribu per kilogram sekarang Rp 12-13 ribu per kilogram, kacang tanah sebelumnya Rp 19 ribu per kilogram sekarang Rp 24 ribu per kilogram, kacang padi dari Rp 20 ribu per kilogram sekarang Rp 26 ribu per kilogram dan tepung terigu dari biasanya Rp 150 ribu per karung, kini Rp 162 ribu per karung,” jelas Sariti.

Ia mengatakan, harga gula pasir di tingkat konsumen cenderung masih stabil jelang memasuki bulan puasa ini. “Ya, kalau harga acuan gula pasir di tingkat konsumen masih cenderung stabil, di harga Rp 13 ribu per kilogram,” sebutnya.

Sariti mengungkapkan, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok jelang bulan puasa memang wajar terjadi. Itu dikarenakan banyaknya permintaan dari konsumen sedangkan barang yang ada sedikit. “Untuk itu harapan kepada pemerintah agar segera turun tangan dalam menekan kenaikan harga-harga bahan pokok menjelang datangnya bulan puasa ini,” pintanya.

Pemilik Kios Anton Bur Blok II Pasar Raya Padang, Tinton Burhan, 38 mengatakan harga cabai merah Jawa dan lokal saat ini cukup stabil menjelang datangnya bulan puasa.
“Hingga saat ini harga cabai merah Jawa masih di kisaran Rp 46 ribu per kilogram dan cabai merah lokal Rp 40 ribu per kilogramnya,” ujar Tinton.

Selain itu, katanya untuk cabai hijau harganya juga stabil berkisar Rp 20 ribu per kilogram dan harga cabai rawit yakni Rp 28 ribu per kilogram. Selain cabai, harga bawang merah juga stabil, berkisar Rp 26 hingga Rp 28 ribu per kilogram, bawang putih Rp 24 ribu per kilogram, tomat Rp 6 ribu per kilogram dan kentang Rp 10 ribu per kilogram.

“Naik atau turunnya harga bahan pokok tergantung pada pasokan, jika pasokan lancar maka harga akan stabil seperti sekarang,” ujarnya.

Sementara, salah satu pembeli kebutuhan pokok, Tini, 42, mengaku kaget dengan kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok tersebut, sebab bulan puasa masih sekitar satu minggu lagi datangnya. “Tadi pas belanja kaget kok banyak yang naik. Jadi ya saya terpaksa belanja seadanya karena uang belanja yang pas,” ucapnya. (r)

Previous articlePembangunan Kawasan Sirkuit Mandalika Sudah 70 persen
Next articleTarawih dan Semarak Ramadhan Dibolehkan