Tingkatkan Populasi Sapi, Peternak Diberi Insentif Rp 500 Ribu

14
INSENTIF: Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat memberikan insentif sapi betina produktif kepada petani peternak di Kecamatan Kototangah, Rabu (7/7).(IST)

Dinas Pertanian Kota Padang memberikan insentif sapi betina produktif kepada petani peternak di Kecamatan Kototangah, Rabu (7/7). Sebanyak 30 petani peternak diberikan insentif masing-masing sebanyak Rp 500 ribu.

Pemberian insentif kepada petani peternak ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi karena sapi yang dimilikinya setelah di inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik berhasil melahirkan anak yang sehat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat mengatakan, pemberian insentif sapi betina produktif kepada petani peternak ini upaya percepatan peningkatan populasi sapi. Karena setelah diberi IB sapi petani peternak akan melahirkan.

“Jadi setelah anak sapi lahir dengan keadaan sehat, itu akan kita beri insentif ke petani peternaknya sebesar Rp 500 ribu,” kata Syahrial kepada Padang Ekspres, kemarin.


Ia menjelaskan, pihaknya sudah mengalokasikan bantuan pada tahun 2021 ini sebanyak 201 petani peternak yang berada di Kota Padang. “Jadi total anggaran dana insentifnya sebesar Rp 100.500.000 untuk 201 petani peternak. Masing-masing kita berikan insentif sebanyak Rp 500 ribu,” sebutnya.

Syahrial menambahkan, terhitung sampai bulan Juli, Dinas Pertanian Kota Padang sudah memberikan insentif sapi betina produktif kepada 80 petani peternak.

“Yang sudah dibagikan sampai bulan Juli ini sebanyak 80 petani peternak. Termasuk yang di Kototangah ini sebanyak 30 petani peternak, jadi masih ada sisa 121 lagi yang akan dibagikan untuk Kota Padang,” bebernya.

Baca Juga:  JPS Salurkan Seribu Paket Sembako

Ia menyampaikan, insentif yang diberikan kepada petani peternak tersebut harus bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin dan digunakan sesuai peruntukannya bagi sapi betina produktif.

“Jadi kita arahkan untuk perbaikan kandang dan pemeliharaan sapinya dalam bentuk pemberitaan pakan yang lebih baik dengan diberikan semacam bentuk vitamin,” tandas Syahrial.

Tak hanya itu, kata Syahrial pihaknya juga memberikan asuransi kepada petani peternak yang dibantu insentif sebelumnya sebanyak Rp 200 ribu untuk dibayarkan dalam sekali setahun.

“Kita juga memberikan bantuan Rp 160 ribu kepada petani peternak, mereka hanya tinggal mensubsidi kan lagi sebanyak Rp 40 ribu, karena asuransinya dibayarkan dengan nominal Rp 200 ribu setiap tahun. Jika telah ikut asuransi, bagi sapi petani peternak yang mati itu akan diganti dengan nominal uang,” paparnya.

Syahrial berharap bagi petani peternak yang mempunyai sapi betina produktif untuk lebih aktif lagi melakukan IB dengan petugas dari Dinas Pertanian Kota Padang, sehingga jenis sapi yang dihasilkan akan lebih unggul kedepannya. (ran)