Pascakebakaran PLTU Teluk Sirih, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman

22
TERBAKAR: Kebakaran yang terjadi di PLTU Teluk Sirih, Sabtu (8/1).(IST)

Pasokan listrik di subsistem kelistrikan Sumatera Barat pascaterbakarnya belt conveyor di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih, sejak Sabtu (8/1) dipastikan aman. Bahkan hingga kini tidak satupun aktivitas masyarakat yang terganggu pascainsiden tersebut.

Diketahui, satu orang tewas dalam insiden kebakaran yang terjadi di PLTU Teluk Sirih tersebut. Camat Bungus Teluk Kabung Harnoldi mengatakan korban meninggal merupakan salah seorang warganya, bernama Firman, 43. Dia bekerja di PLTU Teluk Sirih.

Kapolsek Bungus Teluk Kabung Kompol Zamzami menjelaskan, penyebab kebakaran diperkirakan dari material batu bara yang kering dan mudah terbakar yang disalurkan melalui belt conveyor ke unit pembangkit.

Ia melanjutkan, pada pukul 05.00 telah dilakukan upaya pemadaman dengan menggunakan hydrant yang sudah terpasang di Pembangkit Unit 1 dan menggunakan satu unit armada damkar milik PLTU Teluk Sirih.

“Pada saat proses pemadaman memang terjadi kecelakaan kerja menyebabkan satu pekerja meninggal dunia karena terjatuh pada saat memadamkan api di areal belt conveyor itu,” kata Zamzami.

Korban bernama Firmansyah, 43. Warga Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, itu bertugas sebagai Safety Protection (K3) PLTU Teluk Sirih.

Menurut keterangan saksi kejadian, Jasman, pada pukul 05.00, dia bersama korban mendatangi TKP dan akan memadamkan titik api yang membakar lantai lima area belt conveyor 78. Beberapa saat kemudian korban menuju ke lantai atas sendirian.

“Sudah diingatkan oleh saksi namun korban tetap ke lantai atas. Setelah itu saksi tidak bisa menghubungi korban dan baru diketahui pada pukul 07.00, korban sudah tergeletak di lantai dasar pembangkit unit 1 dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bungus kemudian dibawa RSUP M Djamil Padang. Selanjutnya pada pukul 14.00, korban dibawa ke rumah duka dan jenazah korban sudah dimakamkan.

Sementara itu, Kabid Operasional dan Logistik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang Sutan Hendra mengatakan, pihaknya tidak mendapatkan laporan terkait kebakaran yang terjadi di PLTU Teluk Sirih. “Kita memang tidak ada laporan,” sebut Sutan.

Oleh karena itu, pihaknya pun tidak ada menerjunkan armada pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran. “Padahal, di dekat Kantor Camat Bungus Teluk Kabung ada pos pemadam kebakaran,” kata Sutan.

Baca Juga:  Puluhan Rumah Terendam Banjir Rob, Warga Minta Sungai Kalimati Dikeruk

Terpisah, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (UIK SBS), Djoko Mulyono memastikan bahwa kebakaran ini tidak berdampak pada pasokan energi listrik ke masyarakat di Wilayah Sumatera Barat.

Ini sesuai dengan komitmen PT PLN (Persero) untuk memastikan ketersediaan listrik untuk kalangan masyarakat luas, termasuk di Sumbar, serta terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumennya.

“PLN tetap berkomitmen menyediakan kelistrikan yang andal serta aman di Sumatera Barat, meski adanya peristiwa kebakaran di tengah pandemi ini,” tegas Djoko Mulyono dalam keterangan resmi yang diterima Padang Ekspres, kemarin.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (8/1) pukul 05.06 di area Belt Conveyor 7 dan 8 PLTU Teluk Sirih dapat ditangani dengan baik. Ini setelah gerak cepat petugas PLN Unit Pelaksana Pembangkit (UPK) Teluk Sirih menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Tak hanya itu, berfungsinya sistem proteksi hydrant dengan baik, membuat kebakaran dapat segera dipadamkan hanya dalam kurun waktu 4 jam atau pada pukul 09.15.

Dari hasil identifikasi sementara terkait kerusakan yang dialami, PLN memerlukan waktu sekitar 25 hari untuk melakukan perbaikan kerusakan. Bahkan pihak PLN juga optimistis hal tersebut dapat diselesaikan dengan baik nantinya.

Diketahui, keberadaan PLTU Teluk Sirih sangat membantu wilayah Sumbar dalam menjamin ketersediaan pasokan listrik. Bahkan PLTU yang berlokasi di kelurahan Teluk Kabung Tengah Bungus Kota Padang ini, memasok subsistem kelistrikan Sumatera Barat dengan daya 200 MW.

Senada, Humas Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (UIKSBS), Rusman dalam keterangan tertulis yang diterima Padang Ekspres mengatakan, pascaperistiwa kebakaran tersebut, pihaknya memastikan bahwasanya pasokan listrik di Sub sistem Sumbar.

“Jadi tidak ada gangguan terhadap pasokan listrik di Provinsi Sumbar,” katanya. Dijelaskan, dalam penanganan bencana seperti kebakaran, PLTU Teluk sirih telah dilengkapi dengan fire protection atau pengamanan kebakaran dan mobil pemadam kebakaran sendiri sehingga saat kejadian api langsung berhasil dipadamkan. (idr/adt/zul)