Program Inovatif Ganting Parakgadang, Ajak Warga Budidayakan Tanaman Jahe

6
BUDIDAYA JAHE: Lurah Ganting Parak Gadang, Saprius menunjukkan budidaya jahe di perkarangan.(YOSSY FITRY/PADEK)

Pandemi Covid-19 yang merebak di Kota Padang selama 2 tahun lebih ini tidak menjadi alasan untuk berputus asa. Kegiatan kreatif dan inovatif mesti dilakukan untuk tetap bisa beraktivitas seperti yang dilakukan oleh Kelurahan Ganting Parak Gadang. Seperti apa?

Di masa pandemi Covid-19, banyak cara dan upaya yang bisa dilakukan agar tetap produktif. Hal itu bisa dilaksanakan dengan menciptakan program-program inovatif dan kreatif yang bisa mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat akibat dampak pandemi.

Agar tetap produktif, Kelurahan Ganting Parak Gadang membuat sejumlah program atau kegiatan yang langsung melibatkan warga. Salah satu program tersebut adalah pembudidayaan tanaman jahe.

Lurah Ganting Parak Gadang, Saprius kepada Padang Ekspres mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, salah satu yang harus dijaga agar tetap sehat dan tidak tertular Covid-19 adalah menjaga imunitas tubuh. Berangkat dari hal tersebut, salah satu cara yang bisa menjaga imunitas adalah dengan mengkonsumsi jahe.

Ia menambahkan, banyaknya lahan dan perkarangan warga yang kosong namun produktif membuat Pemerintah Kelurahan Ganting Parak Gadang berinisiatif menjalankan program pembudidayaan tanaman jahe.

“Kelurahan Ganting Parak Gadang dianugerahi beberapa wilayah dengan lahan yang subur untuk membudidayakan tanaman. Salah satu tanaman yang sangat bermanfaat di masa pandemi ini adalah tanaman jahe merah,” jelas Saprius.

Dalam menjalankan program pembudidayaan tanaman jahe tersebut, pihak kelurahan membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang bertugas mengelola dan membudidayakan tanaman jahe di lahan atau kebun yang sudah ditetapkan.

“Jadi anggota KWT ini ada sebanyak 25 orang yang berasal dari para ibu-ibu di kelurahan Ganting Parak Gadang. Merekalah yang dipercaya untuk mengelola tanaman jahe tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kasus Harian Covid-19 Menurun, Rumah Nelayan Segera Ditutup

Tidak hanya melalui KWT, Kelurahan Ganting Parak Gadang juga mengajak warga untuk membudidayakan tanaman jahe di rumah mereka masing-masing. Tanaman jahe tersebut minimal ditanam menggunakan media pot atau polybag.

Lebih lanjut Saprius menyampaikan, dengan gencarnya program pembudidayaan tanaman jahe tersebut, tanaman jahe sudah menjadi ikon bagi Kelurahan Ganting Parak Gadang yang dibuktikan dengan terkenalnya kelurahan dengan tanaman itu.

Hasil tanaman jahe selain bisa dikonsumsi oleh warga sendiri dalam rangka meningkatkan imunitas, hasil panen tersebut juga bisa dijual ke tempat lain sehingga bisa menambah penghasilan warga.

“Jadi ibaratnya meskipun pandemi Covid-19, para warga di Kelurahan Ganting Parak Gadang bisa tetap produktif dan beradaptasi untuk terus melanjutkan hidup,” jelasnya.

Tak puas dengan pembudidayaan tanaman jahe, Saprius mengatakan, pihaknya berencana membudidayakan tanaman markisa jumbo pada lahan kosong yang berada di belakang kantor Lurah Ganting Parak Gadang.

“Dulu, sebelum membudidayakan tanaman jahe, saya sempat berkomunikasi dengan Dinas Pertanian untuk menanam lemon tapi mungkin karena ada beberapa pertimbangan dari Dinas Pertanian, maka bibit lemon diganti dengan bibit Jahe merah yang tidak kalah bermanfaat di masa pandemi saat ini,”ujar Saprius.

Selain itu pihaknya juga memiliki program inovatif lainnya yakni memanfaatkan barang-barang bekas seperti ember cat dan limbah botol air mineral yang dikumpulkan oleh warga sekitar. Program itu bertujuan untuk mengolah sampah anorganik agar memiliki nilai guna seperti pajangan pot bunga.

“Mudah-mudahan program dan kegiatan ini bisa terus dijalankan sehingga memberikan dampak positif kepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” tukasnya. (***)