2.456 Pekerja Dirumahkan dan Di-PHK

Pemko melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang kembali membuka pendataan tahap kedua bagi pekerja yang dirumahkan dan di-PHK karena dampak virus korona atau Covid-19. Dimana, para pekerja nantinya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Dari data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang pendataan tahap kedua sejak Sabtu malam, (4/4) hingga Kamis, (9/9) tercatat sudah 914 tenaga kerja di Kota Padang yang dirumahkan dan di-PHK.

“Data yang masuk ke kami pendataan tahap kedua hingga Kamis sore pukul 16.00, tercatat 914 tenaga kerja yang dirumahkan dan di-PHK,” kata Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja Disnakerin Kota Padang, Muhammad Faizal, kepada Padang Ekspres, Jumat (10/4).

Dari data tersebut, ungkap Muhammad Faizal, berasal dari tenaga kerja yang dirumahkan sebanyak 866 orang dan yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 48 orang. “Dari tenaga kerja yang dirumahkan dan di-PHK itu berasal dari 25 perusahaan dan beberapa sektor lainnya di Kota Padang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, data hasil pelaporan ini diberikan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI untuk diproses dalam pemberian bantuan insentif. Nantinya, mereka akan diberikan bantuan, salah satunya dengan Kartu Prakerja.

“Program tersebut adalah program pemerintah pusat, dan data tersebut permintaan dari Kemenaker. Sebelumnya tahap pertama sudah kami kirimkan ke Kemenaker,” jelasnya.

Peserta program Kartu Prakerja akan mendapatkan insentif dan bantuan pelatihan dengan total Rp 3.550.000. Rinciannya, biaya bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150 ribu.

“Setiap peserta program hanya dapat mengikuti program sebanyak satu kali. Insentif tersebut akan dibayarkan setelah peserta menyelesaikan minimal satu kali pelatihan,” ungkapnya.

Pada pendaftaran tahap pertama sebelumnya, sebanyak 1.542 tenaga kerja di Kota Padang kehilangan pekerjaannya. Berasal dari tenaga kerja yang dirumahkan 1.295 orang dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 247 orang dari 96 perusahaan dan beberapa sektor lainnya di Kota Padang. Hingga pendaftaran ditutup tanggal 4 April 2020.

Dengan demikian, hingga saat ini total pekerja yang dirumahkan dan di-PHK sebanyak 2456 orang. (*)