Dua Hari, Warga Gerebek Tiga Pasangan Remaja di Kontrakan dan Kosan

Satpol PP mengamankan sepasang kekasih usai digerebek warga di salah satu kosan kawasan Ganting, Padang, Sabtu (11/4). (Foto: ist)

Dalam dua hari terakhir, tiga pasangan yang bukan suami-istri digerebek warga di kontrakan dan kos-kosan karena diduga berbuat asusila.

Sabtu (11/4), sepasang kekasih yang diduga berbuat mesum diamankan warga di salah satu kos-kosan di kawasan Ganting, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Sebelum Satpol PP Padang tiba, pasangan yang dimabuk asmara itu diduga sempat diamuk massa yang kesal dengan kelakuan mereka.

“Ditemukan luka lebam di kepalanya, diduga akibat amukan massa yang gerah melihat kelakuan anak ini. Untung personel kita langsung mengamankan,” ujar Kasat Pol PP Padang Alfiadi.

Dari pendataan petugas Satpol PP, keduanya merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta.

Remaja laki-laki berinisial SW, 26. Sedangkan pasangan perempuannya, ND, 2, juga berstatus mahasiswa di kampus yang sama. “Mereka mahasiswa salah satu universitas swasta,” ungkap Alfiadi.

Sehari sebelumnya, Jumat (10/4), Satpol PP menggerebek sepasang remaja di kamar kontrakan dan kos-kosan.

Satu pasangan di rumah kontrakan kawasan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara dan satu pasangan lagi di dalam kos-kosan khusus wanita di kawasan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah.

Alfiadi mengatakan kedua pasangan itu dibawa ke Mako Satpol PP Jalan Tan Malaka, Padang karena kedapatan oleh warga setempat di kamar kos dan kontrakan.

“Dua pasangan yang kita amankan ke Mako Satpol PP itu, bukan suami-istri. Kedua pasangan tidak bisa menunjukkan kartu idetitas maupun surat nikahnya,” kata Alfiadi.

Pasangan pertama, kata Aldiadi, laki-laki berinisial JS, 24, mengaku warga Siberut Tengah Mentawai dengan pasangannya perempuan, AT, 22, juga berasal dari Siberut Tengah.

“Keduanya diamankan warga didampingi Babinkantibmas ketika di dalam rumah kontrakan di Jalan Parak Kopi,” kata Alfiandi.

Sedangkan pasangan kedua, laki-laki berinisial IW, 21, warga Painan Pesisir Selatan dengan pasangannya, AA, 21, juga asal Painan.

“Pasangan ini diketahui berpacaran dan digrebek warga di kos-kosannya di Parupuk Tabing, Kecamatan Kototangah. Mereka didata dan lakukan penyelidikan oleh PPNS,” kata Alfiadi.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang memiliki usaha kontrakan atau kos-kosan agar mengawasi orang yang mengontrak atau kos di tempatnya.

“Jangan sampai kondisi pandemi Covid-19 sekarang dimanfaatkan mereka yang tidak pulang kampung itu untuk berbuat asusila. Tentu ini sesuatu yang tidak pantas. Maka, perlu pengawasan bapak dan ibu sebagai pemilik kontrakan dan kosan serta warga di sekitarnya,” imbaunya.(esg)