Jual Masker, Sehari Bisa Dapat Rp 500 Ribu

Seorang penjual masker sedang menata dagangannya, Jumat (10/4). Di masa pandemi Covid-19 ini, masker laris manis di pasaran. (Randi - Padek)

Sejumlah pedagang kecil di Kota Padang merasa diuntungkan dengan adanya keharusan mengenakan masker di tengah pandemi virus korona atau Covid-19. Hal ini menjadi berkah bagi penjual masker yang menjamur di pinggir jalan.

Pantauan Padang Ekspres, Jumat (10/4) di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman hingga Jalan Perintis Kemerdekaan terdapat puluhan pedagang masker di pinggir jalan. Sejak sebulan terakhir, penjual masker dadakan bisa dibilang terus bertambah di lokasi tersebut.

Salah seorang penjual masker di Jalan Khatib Sulaiman, Isnawati Yasin, 62, mengatakan saat ini usaha yang laris manis dan menguntungkan ialah memproduksi masker dan menjualnya.

“Saya menjual masker dan memproduksinya bersama keluarga. Saya menjual masker, karena memang lagi banyak dicari. Kebetulan saya juga punya usaha jahit sendiri. Saat ini pindah dulu menjual masker karena tidak ada lagi pesanan jahitan,” kata Isnawati Yasin owner Penjahit Tiara yang berada di gang LLDIKTI Wilayah X No.14 itu kepada Padang Ekspres, kemarin.

Harga masker yang dijualnya bervariasi mulai dari Rp 5-10 ribu untuk satu masker. Dan ada juga dijual 3 helai masker Rp 10 ribu. Tergantung jenis kain seperti batik dan katun.

Untuk masker ini bahan yang dipilih tidak sembarangan, tapi yang menyerap keringat supaya tidak panas waktu dipakai.
“Sudah sepekan belakangan saya jualan masker ini. Dalam sehari, masker yang terjual bisa 150-200 helai, hasil penjualan Rp 500 ribu sehari,” ungkapnya.

Dirinya mulai menjual masker dari pukul 09.00 hingga pukul 18.30, tepatnya sesudah pintu masuk gang LLDIKTI Wilayah X.

Hal senada juga disampaikan penjual masker lainnya, Doni Perdana, 36. Ia mengaku menjual masker lantaran ada peluang di balik merebaknya virus korona atau Covid-19 dan juga bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam menjaga kesehatan.

“Biasanya saya menjual aksesoris. Karena lagi sepi sebagai selingan saya berinisiatif jual masker untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebetulan juga kenal dengan yang memproduksinya,” tutur Doni yang berjualan di Jalan Alai Parak Kopi tersebut.

Rata-rata masker yang dijual Rp 8 ribu per helai. Beli 2 Rp 15 ribu dan masker khusus bikers dijual Rp 25 ribu dengan untung didapat Rp 60-100 sehari.

Ia berharap kondisi ini segera berlalu. Sebab, rakyat kecil seperti dia sangat merasakan dampak ekonomi karena gejolak Covid-19. Ia juga berharap bantuan dari pemerintah.

Sementara itu, salah seorang pembeli masker, Anggy Kumala, 26, mengatakan sangat terbantu dengan adanya pedagang masker kaki lima. Pembeli tidak perlu susah mencari masker yang jadi barang langka.

“Lagi pula masker kain lebih mudah dicuci dan bisa dipakai lagi. Saya rasa cukup membantu masyarakat disaat susahnya mencari masker saat wabah korona ini,” ujarnya. (*)