Harga Migor Curah Mulai Turun, Tapi Masih di Atas HET

8
Ilustrasi.(DEWI/PADEK)

Pasokan minyak goreng (migor) curah di pasaran sudah lancar. Pedagang mengaku tidak merasa kesulitan lagi dalam mendapatkan stok. Hanya saja harganya masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan pantauan Padang Ekspres di Pasar Raya Padang, Selasa (10/5) terlihat migor curah sudah memenuhi setiap lapak pedagang, baik isi 1 kg maupun 2 kg. Salah seorang pedagang migor curah di Pasar Raya Padang, Ana, 51, kepada Padang Ekspres menuturkan stok migor curah dari distributor sudah lancar.

“Alhamdulillah, untuk stok sekarang sudah lancar, kalau stok kita habis bisa langsung tambah stok lagi, dibandingkan sebelumnya sudahlah harga mahal, untuk mendapatka stoknya pun susah,” tuturnya.

Ketika ditanyai persoalan harga, ia menuturkan harga migor curah saat ini sudah turun. Biasanya harga migor curah Rp 18-20 ribu per kilo, sekarang sudah turun menjadi Rp 17 ribu per kilo. Sementara HET Rp 14 ribu per liter.

“Pastinya hal ini membuat pembeli merasa diringankan bebannya, sudah lebih murah harganya, apalagi ini kan kebutuhan yang memang dipakai setiap hari,” ucapnya.

Ana menyebutkan setiap pengambilan stok migor curah ia bisa mendapatkan 5-10 jeriken isi 20 kilogram, dan untuk menghabiskan stok tersebut ia hanya butuh waktu paling lama selama dua hari. “Kadang sehari sudah habis, tapi paling lama sih dua hari. Karena kan kita juga ada pelanggan rumah makan, jadi sekali belinya banyak,” tambahnya.

Baca Juga:  Rustam Efendi Serap Tiga Aspirasi Warga RW II Batipuah Panjang

Senada, pedagang migor lainnya di Pasar Raya Padang, Ema, 64 kepada Padang Ekspres menyampaikan penjualan selama harga migor curah turun tidak mengalami peningkatan maupun penurunan. “Ya, kalau yang beli normal, tidak ramai tidak sepi juga, karena ini kebutuhan sehari-hari, jadi pasti ada saja yang beli,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang belum menemukan adanya pedagang migor curah yang melanggar harga eceran tertinggi (HET). Kepala Disdag Kota Padang, Andree Algamar mengatakan akan melakukan pemantauan di lapangan agar tidak ada oknum yang berani melanggar HET.

“Hari ini, belum ada ditemukan, pastinya kita selalu melakukan pemantauan terhadap pedagang-pedagang di pasaran dalam menjual migor curah ini, karena kita tidak ingin nantinya ada masyarakat yang mengeluhkan migor curah mahal,” jelasnya.

Terkait upaya pengawasan, Andree menuturkan pihaknya selalu bergerak untuk memperhatikan gerak-gerak pedagang yang tidak mengindahkan aturan. “Jika nantinya kedapatan ada pedagang yang menjual harga migor curah di atas HET, akan langsung diberikan peringatan,” katanya. (cr4/cr6)