Pandemi Belum Berakhir, Pekerja Wisata Mesti Waspada 

19
SOSIALISASI: Tim pengabdian kepada masyarakat FKM Unand sosialisasi peningkatan kedisiplinan prokes di kawasan Wisata Pantai Padang, baru-baru ini.(IST)

Mulai melonjaknya kembali kasus Covid-19 di sejumlah kota di Indonesia, memicu kekhawatiran banyak kalangan termasuk di Padang.

Hal ini dipicu mulai massifnya pergerakan manusia, terutama di objek-objek wisata. Bila tidak hati-hati mengantisipasi kondisi ini, bukan tak mungkin kasus Covid-19 bisa meledak kembali.

Menyusul inilah, tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unand bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Padang memberi pembekalan kepada 22 orang pekerja, pengelola dan pengunjung objek wisata Pantai Padang soal protokol kesehatan (prokes). Lewat ini, peserta diharapkan mampu menjadi pelopor penerapan prokes.

“Kita tahu bahwa pandemi Covid-19 belum jelas kapan berakhir. Bahkan, akhir-akhir ini sejumlah kota melaporkan kembali terjadi grafik peningkatan. Makanya, penerapan prokes adalah langkah yang tepat,” ujar narasumber Shelvy Haria Roza SKM MKes didampingi anggota tim Ayulia Fardila Sari SKM MPh di kawasan Pantai Cimpago, Padang, baru-baru ini.

Diakui Shelvy, kebijakan adaptasi kebiasaan baru yang digulirkan pemerintah, membuat orang-orang bisa beraktivitas lagi. Sayangnya, masih ditemukan masyarakat yang belum patuh protokol kesehatan di setiap waktu dan di mana pun. Lebih-lebih sekarang ini, meningkatnya trafic kunjungan wisata seiring masa libur sekolah.

Baca Juga:  Sehari Pimpin Kota Padang!! Thayyibal-Keisha Terpilih Jadi Wakoci

“Di sinilah, peranan dinas pariwisata Padang selaku penanggung jawab penerapan prokes di kawasan objek wisata. Tentunya, perlu sekali sosialisasi penerapan prokes lebih ditingkatkan baik bagi pengelola dan pekerja wisata,” ingatnya.

Ayulia Fardila Sari menyebutkan, dalam kegiatan ini juga disosialisasikan prokes kepada pengunjung. Hal ini mengingat masih banyak ditemukan pengunjung yang belum menerapkan prokes yaitu, memakai masker, menjaga jarak. “Artinya, semua elemen terkait harus dilibatkan,” katanya.

Edi selaku koordinator pengawas dinas pariwisata mengatakan, kegiatan ini sangat membantu dinas pariwisata dalam meningkatkan kedisiplinan pekerja wisata dalam penerapan prokes saat bekerja.

Terlebih, juga diberikan poster mengenai prokes di kawasan wisata bagi pengelola dan pekerja wisata. Serta, memberikan masker gratis kepada pengunjung di tempat penyuluhan. (cr4)