Pasien Positif Terus Bertambah, RS Unand mulai Terima Pasien Covid-19

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Rektor Unand Yuliandri meninjau RS Unand untuk pasien Covid-19. (Foto: Humasprov)

Berbagai upaya terus dilakukan pemprov untuk mengantisipasi kondisi terburuk lonjakan pasien terinfeksi pandemi virus korona (Covid-19) di Sumbar yang diprediksi puncaknya Mei 2020. Hingga Minggu (12/4), Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar mencatat total pasien positif sudah mencapai 44 orang.

Selain menyediakan tempat karantina di sejumlah kabupaten dan kota serta menambah rumah sakit (RS) dalam penanganan Covid-19, kini pemprov bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) mulai mengoperasikan RS Unand.

“Kedatangan saya ke sini memastikan kesiapan RS Unand sebagai rujukan pasien Covid-19. Untuk rumah sakit Unand ini, Insya Allah besok, Senin (13/4) sudah bisa dioperasikan menerima pasien positif Covid-19,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat mengunjungi ruang laboratorium, ruang isolasi dan ruang pasien sekaligus mendengarkan penjelasan Tim Satgas Covid-19 Unand terkait langkah-langkah yang diambil dalam penanganan pasien Covid-19, Minggu (12/4).

Menurut Irwan, Pemprov Sumbar akan memanfaatkan rumah sakit yang ada, termasuk rumah sakit di daerah maupun swasta untuk mem-backup rumah sakit rujukan menghadapi lonjakan pasien Covid-19.

RS Unand juga telah memiliki para dokter ahli, perawat dan alat pendukung dalam penanganan pasien Covid-19.

“Upaya ini tentu memberikan kabar gembira bagi masyarakat Sumbar.
Jadi masyarakat tidak perlu cemas, tim medis sudah ketemu saya, mereka bilang semua sudah siap. Besok kita sudah bisa menerima pasien,” ujar gubernur dua periode itu didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday, Rektor Unand Prof Yuliandri, Ketua Dewan Pengawas RS Unand Musliar Kasim, Dirut RS Unand Dr. dr. Yevri Zulfiqar, Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Dr Andani Eka Putra, serta beberapa anggota Tim Satgas Covid-19 Unand.

Dirut RS Unand Yevri Zulfiqar menyebutkan, bila dalam keadaan darurat dan ada lonjakan pasien terjangkit secara bersamaan, maka RS Unand tetap akan berupaya menambah ruangan.

“Kita berharap Tim Satgas Covid-19 bisa bersinergi dengan tim medis kami, terutama dalam hal penyediaan alat pelindung diri (APD). APD salah satu syarat utama dalam penanganan pasien Covid-19 sehingga perawatannya bisa lebih maksimal,” katanya.(esg)