Penutupan Pasar Raya Diprotes, Pedagang Sebut tak Diajak Musyawarah

Sejumlah pedagang di Pasar Raya Padang menolak rencana penutupan kembali Pasar Raya Padang, kemarin. (Foto: IST)

Rencana Pemko Padang menutup kembali Pasar Raya Padang fase I-VII untuk mencegah penyebaran dan memutus rantai penularan virus korona (Covid-19) menuai protes dan penolakan dari puluhan pedagang yang berjualan di kawasan tersebut, Senin (11/5).

Pantauan Padang Ekspres, puluhan pedagang berkumpul dan melakukan aksi penolakan terhadap rencana penutupan kembali Pasar Raya Padang yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang.

Selain itu, mobil armada pemadam kebakaran (damkar) yang seharusnya melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Pasar Raya Padang, terpaksa balik kanan karena ada aksi tersebut.

Ketua Keluarga Besar Pedagang Kaki Lima (KBPKL) Pasar Raya Padang, Idman kepada awak media mengatakan, penolakan penutupan Pasar Raya tersebut dikarenakan tidak adanya musyawarah yang dilakukan oleh Disdag Kota Padang kepada para pedagang terkait rencana penutupan Pasar Raya Padang.

Tak hanya itu, Disdag Kota Padang juga tidak mencarikan solusi terbaik bagi para pedagang yang terpaksa menutup toko-toko mereka. Kondisi tersebut terkesan membiarkan nasib para pedagang yang tidak memiliki penghasilan selain berjualan.

“Mayoritas pedagang di sini sudah hampir satu bulan lebih tidak berdagang. Nah sekarang ada lagi kebijakan untuk menutup pasar, jadi kami dapat uang dari mana, bagaimana kami makan. Jadi kami minta solusinya,” jelasnya.

Idman menyampaikan, sebenarnya para pedagang tidak mempermasalahkan kebijakan Pemko Padang menutup sementara Pasar Raya Padang, namun para pedagang harus diajak bermusyawarah dan mencari solusi terbaik agar mereka tetap bisa menjalani kehidupan.

Lebih lanjut Idman mengungkapkan, para pedagang juga menolak melakukan pemeriksaan swab mulut dan tenggorokan. Alasannya karena para pedagang tidak menginginkan untuk dilakukan pemeriksaan swab di puskemas dan pusat kesehatan lainnya.

“Sewaktu Disdag Kota Padang melakukan pendataan 1000 pedagang di Pasar Raya itu kami tidak juga diajak berdiskusi dimana lokasi pengambilan swab,” jelasnya.

Kemudian, lokasi pengambilan swab para pedagang juga terlalu jauh dari lokasi rumah pedagang sehingga banyak pedagang yang malas untuk melakukan pemeriksaan swab di puskemas tersebut.

“Kami menyarankan untuk pengambilan swab tersebut di lapangan Iman Bonjol atau di lokasi yang dekat dengan kawasan Pasar Raya. Dibuatkan tenda kemudian khusus bagi para pedagang sehingga dekat dengan toko mereka,” ujarnya.

Terakhir, Idman berharap agar penutupan pasar bisa dihentikan dulu dan dilakukan musyawarah atau diskusi dengan para pedagang sehingga ada solusi terbaik bagi para pedagang.

Terpisah, Kabid Pengawasan dan Stabilitasi Harga Disdag Kota Padang, Heni Puspita mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan memberikan surat edaran tentang penutupan Pasar Raya Padang kepada para pedagang.

Penutupan kembali Pasar Raya Padang tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan memutus rantai penularan Covid-19 pasca ditemukannya puluhan orang yang dinyatakan positif Covid-19 dari kluster Pasar Raya Padang.

“Jadi kami sudah edarkan surat pemberitahuan tersebut, namun pedagang tetap tidak mengindahkan surat edaran tersebut, kan ini merupakan keputusan yang baik bagi kita semua,” ungkapnya.

Heni mengatakan, terkait tes swab pedagang, pihaknya sudah menyampaikan ke Dinas Kesehatan Padang sekitar 1000 orang untuk Pasar Raya dan 100 untuk Pasar Bandarbuat.
“Kita sudah mendata dan sudah mengusahakan kalau bisa pedagang ini pergi ke puskesmas terutama ke Puskesmas Andalas,” katanya.

Heni menyebutkan, sesuai rencana 200 pedagang per hari dan menargetkan dalam minggu ini selesai.

Sementara itu, Kepala Disdag Kota Padang yang baru dilantik Andree Algamar mengatakan, pihaknya akan terus mencoba melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang di Pasar Raya Padang terkait kebijakan penutupan sementara Pasar Raya ini.
Penutupan sementara Pasar Raya Padang tersebut semata-mata untuk kepentingan bersama dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di kawasan tersebut. (*)